Polda Metro Jaya Luncurkan FKPMS di 11 Sekolah, Guna Cegah Perundungan

Rabu, 11 Maret 2026 19:39
Program FKPMS yang dibentuk PMJ bertujuan untuk mencegah perundungan. HELO INDONESIA

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM  Fenomena perundungan yang marak di sekolah-sekolah, Polda Metro Jaya meluncurkan Program FKPMS yang tersebar di 11 sekolah di Jakarta dan sekitarnya.

"Program ini sebagai salah satu upaya memperkuat pencegahan perundungan, deteksi dini, dan penyelesaian persoalan di lingkungan pendidikan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri kepada wartawan, pada Rabu (11/3/2026) di Jakarta.

Kapolda Asep  meluncurkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS), dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur kewilayahan, pihak sekolah, serta para pelajar.

Selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan ini juga diikuti oleh 11 sekolah melalui Zoom Meeting sebagai embrio pembentukan FKPMS di wilayah Jakarta.

Baca juga: Pelaku Penembakan Teman Main Kartu Menyerahkan Diri

Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa sekolah dan madrasah merupakan tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa yang harus dijaga agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif.

Launching FKPMS ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan di lingkungan pendidikan, mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang akibat tekanan sosial.

Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya juga menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jakarta, sehingga perlindungan terhadap anak dinilai masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan terpadu.

“Kehadiran FKPMS merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Ramadan Berbagi: TIS Energy Guyur Paket Bantuan untuk Warga Ring 1 Grobogan dan Demak

Forum ini dihadirkan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pemecahan masalah secara cepat dan tepat, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.

Melalui forum tersebut, komunikasi antarunsur sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat dikenali sejak awal, dipetakan dengan baik, dan ditangani secara cepat serta tepat.

Kapolda Metro Jaya juga menekankan pentingnya peran para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta para ketua OSIS dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Jakarta Pusat dalam membangun budaya sekolah yang sehat, disiplin, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba.

Langkah tersebut diharapkan dapat diperluas dan ditiru oleh sekolah-sekolah lainnya sebagai upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.


Berita Terkini