BATANG, HELOINDONESIA.COM - Siapa bilang pengurus Rukun Tetangga (RT) hanya sebatas urusan jaga ketertiban lingkungan. Di tangan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, peran "akar rumput" ini bakal naik kelas. Dan Kabupaten Batang resmi dibidik untuk menjadi percontohan (role model)pembangunan berbasis masyarakat tingkat nasional melalui Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT).
Gubernur Luthfi menegaskan hal tersebut saat menghadiri Ziarah Kebangsaan PPRT Kabupaten Batang dalam rangka HUT ke-60 Kabupaten Batang di Kompleks Makam Sunan Kajoran, Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Minggu 12 April 2026.
Baca juga: Drama 5 Set di Solo! JPE Bungkam Electric PLN, Selangkah Lagi ke Grand Final Proliga 2026
Menurutnya, keberadaan RT memiliki posisi strategis dalam sistem pemerintahan paling bawah karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bahkan, ia menyebut pembangunan di Jawa Tengah harus dimulai dari tingkat RT.
“Pembangunan kita berangkat dari RT. Ada sekitar 204 ribu RT di Jawa Tengah. Mereka harus tahu betul kondisi warganya, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Ahmad Luthfi menambahkan, soliditas di tingkat RT menjadi kunci terciptanya ketentraman masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan kapasitas pengurus RT melalui pendidikan dan pelatihan.
Dia juga meminta PPRT Kabupaten Batang terus memperkuat diri agar layak menjadi model bagi daerah lain, bahkan hingga tingkat nasional.
“Saya ingin Batang jadi role model. Tapi syaratnya PPRT-nya harus jadi yang terbaik. Nanti kita bantu gaungkan secara nasional,” ujarnya.
Dorongan tersebut bukan tanpa alasan. PPRT Kabupaten Batang merupakan satu-satunya organisasi RT yang terstruktur dan berkembang pesat, baik di tingkat Jawa Tengah maupun nasional sejak berdiri pada 2017.
Baca juga: Wamenhaj Pimpin SA’I Walk and Run di Semarang, Siapkan Fisik Jemaah Haji 2026
Ketua Dewan Pendiri PPRT Kabupaten Batang, Zainal Muttaqin, menyampaikan, organisasi tersebut konsisten menggelar ziarah kebangsaan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus memperkuat nilai kebangsaan.
“RT ini bekerja dengan ikhlas, seperti wali bagi masyarakat. Kami berharap ada pembinaan dan pelatihan agar para pengurus semakin memahami tugas dan fungsinya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan pengurus RT. Namun, ia mengakui hal tersebut membutuhkan penguatan fiskal daerah.
Menurutnya, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) menjadi kunci, salah satunya melalui peningkatan investasi di sektor strategis seperti pariwisata dan perhotelan.
“Kita jaga keguyuban agar Batang semakin berkembang. Kalau fiskal kuat, kesejahteraan RT juga bisa kita tingkatkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial. Dalam hal ini, peran RT dinilai penting sebagai penyampai informasi yang benar sekaligus penjaga harmoni sosial. (Aji)