LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Dua pelaku yang menewaskan Bripka Arya Sumpena masih simpang-siur penangkapannya. Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf belum tegas menyatakan penggerebekan yang viral kemarin adalah pelakunya.
"Masih proses penyelidikan, nanti setelah terkonfirmasi, kepastiannya, kita pers rilis, kita masih konfirmasi ke sana kemarin, masih banyak yang perlu kita klopkan," katanya, Selasa (12/5/2026).
Terkait senjata api Anumerta Bripka Arya Sumpena, SH yang diduga dibawa lari pelaku, Irjen Pol. Helfi Assegaf juga belum menyatakan dengan tegas. "Belum, masih kita dalami dulu," pungkasnya.
Para wartawan doorstop Irjen Pol. Helfi Assegaf setelah mengungkapkan kasus TPPO bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Polda Lampung.
Sehari sebelumnya, viral dua video yang diduga penangkapan kedua pelaku yang menyebabkan gugurnya Bripka Arya Sumpena. Senjata api sang anumerta juga kabarnya berhasil ditemukan aparat kepolisian dari tersangka.
Informasinya, kedua tersangka telah ditangkap di lokasi yang berbeda: satu pelaku yang diduga eksekutor ditangkap di Kabupaten Pesawaran sedangkan parnernya ditangkap di Kabupaten Lampung Timur, pukul 13.00 Wib.
Dua video amatir warga dari telepon genggam beredar saat penggerebekan yang duga melibatkan Tim Gabungan dan Resmob Mabes Polri tersebut terjadi di Gunung Mekar, Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Senin (11/5/2026).
Warga sekitar kejadian mengaku kaget lantaran tiba tiba terdengar suara tembakan berkali-kali dan ada seseorang yang dipaksa masuk ke dalam mobil warna hitam.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari sempat pula mengatakan Polda Lampung telah mengantongi identitas pelaku. "Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan modus, nama pelaku telah megerucut," katanya, .
Aparat kepolisian langsung melakukan pengejaran setelah kejadian depan Toko Kue Yussy Akmal, Jl. ZA Pagar Alam, Penengahan, Kota Bandarlampung, Sabtu (9/5/2026), pukul 05.30 WIB.
Bripka Arya Sumpena, anggota Banit III Subdit IV Diintelkam Polda Lampung, gugur setelah berusaha mencegah aksi pencurian sepeda motor (curamor) milik karyawan toko kue tersebut.
Subuh itu, Brigadir Arya Supena (32) berpakaian sipil melintas naik sepeda motor dan melihat dua pelaku sedang merusak kunci stang sepeda motor Honda Beat warna biru putih plat BE-2826-NBM milik karyawati Yussy Akmal bernama Nuraini Maya.
Naluri polisi muncul, korban menegur pelaku bahkan sempat bergumul dengan begal hingga ke tepi jalan. Senjata api sang polisi terjatuh dan langsung diambilnya tersangka sebelum melarikan diri berboncengan dengan pelaku lainnya.
Sambil meninggalkan lokasi, pelaku sempat menodongkan senjata api ke arah petugas kebersihan Pemkot Bandarlampung. Pelaku mengendarai sepeda motor Honda Beat Street warna Hitam Nopol BG-6138-ACY.
Korban sempat dilarikan naik mobil ambulan dari lokasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung sebelum kemudian dibawa naik ambulan ke rumah duka di Jl. Mata Intan 1 Rt. 02 Lk. I Kel. Seglamider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung. (Hajim)