Mahasiswa Ilkom USM Beri Edukasi Siswa SMPN 29 Semarang Cegah Bullying

Rabu, 10 Juni 2026 15:01
Mahasiswa Ilkom USM menghadirkan nara sumber dari UPTD-PPA Jateng untuk edukasi anti perundungan

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) memberikan Edukasi Anti-Bullying kepada siswa SMPN 29 Semarang di ruang Laboratorium IPA SMPN 29 Semarang pada Rabu 10 Juni 2026.

Kegiatan mengambil tema ''Stop Bullying, Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman Bersama'' itu diikuti 40 siswa.

Tim mahasiswa terdiri atas Ketua Keyni Farah D, anggota Vesa Isra A, Afrizal Rifqi TH, Dian Rahmawati, Annahal Amala Redhava, Abigail Nugroho, Venita Gimafia, Azzarah, Dea Krisdayanti, Peter Shaquille Dylan Pratama.

Baca juga: Berjuang Demi Anak: Reviana Dipolisikan Mantan Suami, Kuasa Hukum Cium Strategi Licik Jalur Kasasi

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) Jawa Tengah, Della Belinda SPsi MPsi.

Ketua Pelaksana Keyni Farah mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap maraknya kasus perundungan yang terjadi di lingkungan remaja, khususnya pada tingkat sekolah menengah pertama.

Materi kegiatan berfokus pada pemahaman mengenai bullying, dampaknya, serta cara mencegah dan mengatasinya.

''Program ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Universitas Semarang melalui mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas dengan dosen pengampu Dr Yulianto Budi Setiawan SSos MSi,'' katanya.

Menurutnya, tujuan kegiatan memberikan pengetahuan kepada siswa. Selain itu juga membangun kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying. Selain itu mendorong mereka untuk menjadi pribadi yang lebih peduli, menghargai sesama, dan berani melaporkan tindakan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Dosen Mata Kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas USM, Dr Yulianto Budi Setiawan mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk implementasi ilmu komunikasi.

Tujuannya memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui kampanye sosial yang edukatif. (Aji)

Berita Terkini