LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung menyambut kedatangan Presiden Prabowo dengan aksi jahit mulut dan bakar kain loreng di Bundaran Tugu Adipura, Enggak Kota Bandarlampung, Rabu (10/6/2026), pukul 12.20 WIB.
Koordinator Lapangan Aksi Josua Sitorus mengatakan kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto ke Lampung untuk bersukaria bersama para pengusaha menunjukkan minimnya empati terhadap kondisi rakyat hari ini.
Ketiga aktivis ini menjahit mulutnya (Foto HBM/Helo)
"Ketika rupiah melemah, anak muda menghadapi ketidakpastian hidup, buruh kehilangan pekerjaan, dan berbagai persoalan rakyat, Presiden justru merayakan forum para pengusaha," ujarnya.
Menurutnya, kunjungan Prabowo merupakan bentuk pengabaian terhadap penderitaan rakyat. Aksi ini merupakan suara rakyat yang menuntut kehidupan yang lebih layak, pendidikan terjangkau, pekerjaan, dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat, katanya.
Baca juga: Mendarat di Bandara M Taufiq Kiemas, Prabowo Resmikan RS KH M. Thohir di Krui
MULUT DIJAHIT
Mulut yang dijahit menjadi simbol pembungkaman terhadap suara rakyat yang selama ini terus menyampaikan keluhan, aspirasi, dan tuntutan. Namun, bukannya solusi, tapi pembungkaman terhadap suara-suara sipil.
Pemerintah malah terus membangun narasi pertumbuhan ekonomi. Padahal, di balik narasi tersebut, ada keluarga yang tidak mampu membiayai pendidikan anaknya, buruh yang kehilangan pekerjaan tanpa jaminan layak, serta pemuda yang kesulitan dapat pekerjaan.
Pemerintahan Prabowo-Gibran tidak cukup menjawab persoalan rakyat melalui pidato atau seremoni bersama pengusaha. Masalah PHK, pelemahan nilai tukar rupiah, mahalnya biaya pendidikan, dan berbagai persoalan sosial lainnya harus segera ditangani sebelum ketidakpuasan masyarakat semakin meluas, katanya.
BAKAR LORENG
Aksi ini juga diwarnai teatrikal pembakaran kain loreng dan ban mobil sebagai simbol kembalinya militer menguasai berbagai lini mulai dari Program MBG, Koperasi Merah Putih, dan mengambilalih jabatan Sipil. "Sipil tak punya senjata cuma suara" kata Josua Sitorus.
Melihat situasi yang dihadapi rakyat saat ini, LMND Lampung mengajak seluruh mahasiswa, pemuda, buruh, petani, dan masyarakat Lampung untuk hadir serta mengawal pemerintahan ini. (Hajim).