SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kasus manipulasi psikologis terhadap anak oleh para predator terselubung atau yang dikenal dengan istilah child grooming, kian marak dan mengancam. Bergerak cepat menangani isu krusial ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) mengambil langkah taktis melalui aksi nyata di lapangan.
Melalui praktik Mata Kuliah Komunikasi Gender, mereka menggelar edukasi interaktif bertajuk “Bahaya Child Grooming untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa SD Kebon Dalem” di SD Kebon Dalem, Semarang, pada Rabu 10 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya child grooming, mengenali tanda-tandanya, serta membekali anak-anak dengan pengetahuan tentang cara menjaga
Ketua Pelaksana Kegiatan, Angelica Cindy Setiawan, menegaskan bahwa agenda ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap proteksi dini anak-anak dari ancaman kekerasan seksual terselubung.
"Edukasi ini adalah benteng pertahanan pertama bagi anak-anak usia dini. Kami ingin para siswa tidak hanya tahu, tapi benar-benar paham cara menjaga batas privasi diri, jeli mengenali perilaku tidak pantas dari orang sekitar, dan punya keberanian penuh untuk melapor kepada orang dewasa yang mereka percayai," ujar Angelica di sela acara.
Baca juga: Bahlil: Kekuatan Utama HIPMI pada Kekompakan
Perwakilan SD Kebon Dalem, Emily, mengapresiasi inisiatif mahasiswa USM dalam menghadirkan edukasi mengenai child grooming. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk membantu anak-anak memahami cara melindungi diri dari berbagai ancaman yang dapat terjadi di lingkungan sekitar maupun di dunia digital. Ia juga berharap siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan tidak ragu melapor kepada orang dewasa terpercaya apabila menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Komunikasi Gender Program Studi Ilmu Komunikasi USM, Dr Yuliyanto Budi Setiawan SSos MSi, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa edukasi perlindungan anak merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran sejak dini agar anak-anak mampu mengenali berbagai bentuk ancaman dan memiliki keberanian untuk menjaga diri.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Nuke Winda Nathania sebagai pemateri internal dan Narita Kristi Adya Mahanani SPsi sebagai pemateri eksternal. Dalam pemaparannya, Nuke menjelaskan pengertian child grooming, ciri-ciri perilaku yang perlu diwaspadai, serta pentingnya menjaga privasi dan batasan diri ketika berinteraksi dengan orang lain.
Proses Manipulasi
Sementara itu, Narita menjelaskan bahwa child grooming merupakan proses manipulasi yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan kepercayaan anak dengan tujuan melakukan tindakan yang merugikan. Ia menekankan pentingnya keberanian anak untuk berkata tidak terhadap perilaku yang membuat tidak nyaman dan segera mencari bantuan dari orang tua, guru, atau orang dewasa terpercaya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh para siswa. Banyak peserta aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pendapat terkait materi yang disampaikan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya rasa ingin tahu siswa terhadap isu perlindungan diri dan keselamatan anak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi USM berharap siswa SD Kebon Dalem dapat lebih memahami bahaya child grooming, mampu mengenali tanda-tandanya sejak dini, serta memiliki keberanian untuk mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.
Edukasi ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak, sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. (Aji)