LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Baru dua hari sampah dibersihkan, Way Awi, Kelurahan Sukajawa Baru, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung (Balam) kembali dipenuhi sampah berkarung-karung, Jumat (7/8/2026). Dua hari sebelumnya, Rabu (5/8/2026), pihak kecamatan, kelurahan, dan Satgas Pemkot Bandarlampung telah membersihkannya
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tanjungkarang Barat, Carl Arlyn Akbar, mengatakan tumpukan sampah kembali ditemukan saat pihaknya melakukan pengecekan pada Jumat pagi. "Subuh tadi kami cek, sampah sudah ada lagi. Dua hari lalu sudah kami bersihkan, sekarang muncul lagi," katanya kepada Heloindonesia.com.
Sebagai langkah awal, pihaknya kembali melakukan pembersihan tumpukan sampah di Way Awi. Carl Arlyn Akbar akan mengidentifkasi warga yang buang sampah sembarangan sekaligus akan mengawasinya secara bergantian agar tak terjadi lagi pembuangan sampah ke sungai.
Dia menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai karena dapat mengganggu aliran air, mencemari lingkungan, serta meningkatkan risiko banjir saat musim hujan. Dugaannya, ada yang membuang sampah dari jembatan pada pukul 03.00 hingga 04.00 WIB.
Way Awi, setiap hujan deras atau lebih dari dua jam, air akan meluap hingga ke bantaran sungai, sungai, hingga ke jalan raya seperti di persimpangan tiga RSUD Abdul Moeloek.
Terakhir, Sabtu, 18 April 2026, akibat arus besar, talud Way Awi jebol di Kelurahan Jagabaya I dan II, Kecamatan Wayhalim. Wali Kota Eva Dwiana sampai turun langsung untuk memastikan penanganannya di lapangan.
Talud yang ambruk memiliki panjang sekitar 40 meter dengan tinggi 5 meter. Kerusakan diduga dipicu intensitas hujan tinggi yang mengguyur pada Selasa malam, 14 April 2026. Pemkot Bandarlampung berkomitmen mempercepat proses perbaikan talud guna mengantisipasi potensi banjir serta mencegah kerusakan lanjutan di kawasan tersebut. (Hajim)