Amin Fauzi Antarkan Wahrul Terima Estafet Ketua Karang Taruna Lampung

Sabtu, 8 Agustus 2026 15:23
Wahrul didampingi Amin Fauzi, Kadisos Lampung Aswarodi, Ketua OKK KT Nasional, Abdullah Fadri Auli, Sabnu Ali, dan para senior KT Lampung (Foto HBM/Helo) HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Estafet kepemimpinan Karang Taruna Lampung bergulir dari generasi perintis kepada generasi muda. Drs. H. Amin Fauzi AT, SE, MBA (68), mewakili generasi yang membangun dan menjaga Karang Taruna Lampung periode 1986-1999, mengantarkan Wahrul Fauzi Silalahi, SH, MH (40), untuk melanjutkan perjuangan organisasi kepemudaan tersebut.

Momen pergantian generasi itu terasa kuat dalam Temu Karya VIII Karang Taruna Provinsi Lampung di Ruang Abung, Kompleks Pemprov Lampung, Kota Bandarlampung, Sabtu (8/8/2026). Dari gedung hingga arena Temu Karya, semangat para aktivis muda terus bergelora. “Hidup Karang Taruna!” pekik Amin Fauzi beberapa kali, membakar adrenalin dan menyulut semangat kader-kader muda.

Baca juga: Kiprah Amin Fauzi AT, Sang Penjaga Nyala Api Karang Taruna Lampung

Gema itu kemudian menemukan puncaknya ketika Wahrul Fauzi Silalahi ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung periode 2026–2031.
Wahrul pun langsung mengambil peran. Di hadapan para aktivis KT dari 12 kabupaten/kota, ia mengobarkan semangat dengan yel-yel khas anak muda.
“Siapa kita?” pekiknya.
“Karang Taruna!” jawab massa serentak.
“Karang Taruna!” pekiknya lagi.
“Jaya, jaya, jaya!” sambut massa dengan suara menggema. 

Pergantian kepemimpinan itu bukan sekadar pergantian nama di kursi ketua. Ada pesan tentang keberlanjutan: pengalaman generasi lama bertemu energi generasi baru, dengan satu tujuan, menjadikan Karang Taruna semakin dekat dengan persoalan masyarakat.

Plt. Ketua KT Lampung Muhammad Yuliardi, SSTP, MSI, mengatakan Temu Karya VIII mengusung tema “Pemuda Bergerak untuk Lampung Maju”. Salah satu agenda utamanya adalah memilih Ketua KT Provinsi Lampung periode 2026–2031.

Forum tersebut juga dihadiri sejumlah mantan Ketua KT Lampung, di antaranya Sabnu Ali, Aryodhia Febriansyah, SZP, serta para senior KT juga masih terlihat solid dan sumringah menerima kehadiran Wahrul melanjutkan perjuangan yang telah mereka rintis hampir empat dekade lalu. 

Baca juga: Temu Karya VIII Karang Taruna Lampung, Momentum Naik Kelas

Dari KT Nasional hadir Wakil Ketua Bidang OKK Bahtiar Sembalang dan Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung, bersama pengurus KT Nasional serta sejumlah senior KT Lampung.
Sementara dari Pemprov Lampung, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Sulpakar.

Bahtiar mengatakan, tujuan Karang Taruna sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.Karena itu, menurutnya, Karang Taruna memiliki posisi penting dalam mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai bidang pembangunan.“KT bukan beban pemerintah, tetapi bagian dari elemen masyarakat yang selinier dengan cita-cita pemerintah,” tandasnya.

Wahrul, Satu-satunya Calon

Dalam Temu Karya VIII, Wahrul menjadi satu-satunya calon yang mendaftarkan diri sebagai Ketua KT Lampung. Tanpa rival, ia kemudian ditetapkan secara aklamasi untuk memimpin KT Lampung lima tahun ke depan.

Namun, kepemimpinan baru itu membawa tantangan yang tidak ringan. Karang Taruna dituntut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat dan ikut menjawab persoalan yang dihadapi warga.

Pesan itulah yang ditegaskan Wahrul dalam sambutannya setelah terpilih.
Ia menyatakan komitmennya menjadikan Karang Taruna sebagai organisasi anak muda yang hadir langsung, bekerja bersama masyarakat, dan ikut mencari jalan keluar atas persoalan di tingkat akar rumput.

“KT dapat menjadi garda terdepan dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan masyarakat,” tandasnya. Wahrul mengajak seluruh kader Karang Taruna mendengar langsung keluhan masyarakat. Bukan hanya mendengar, tetapi ikut membersamai warga mencari solusi.

Baginya, pemuda harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Karang Taruna harus turun dari ruang-ruang seremonial menuju kampung, kelurahan, desa, dan berbagai ruang kehidupan warga. Sebab, estafet kepemimpinan bukan sekadar perpindahan tongkat. Ia adalah perpindahan tanggung jawab.

Amin Fauzi telah mengantarkan estafet itu. Kini, Wahrul bersama generasi muda Karang Taruna Lampung ditantang membuktikan bahwa energi anak muda mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata untuk masyarakat dan ikut menggerakkan "Lampung Maju". (HBM) 

Berita Terkini