SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 1 2026–2027 benar-benar menjadi inkubator bakat-bakat segar sepak bola putri mekar dengan indahnya yang puncaknya berakhir Minggu (6/9) di Stadion Universitas Diponegoro, Semarang.
Di tengah sengitnya tensi kompetisi dari tahun ke tahun, nama-nama srikandi cilik tampil mendominasi, memborong puluhan gol, hingga menunjukkan jiwa sportif yang luar biasa di atas rumput lapangan.
Baca juga: Dari Anak Gunung hingga Kota Semarang: MI Pagersari Patean dan SDN Kembangarum 2 Juarai MLSC 2026
Di kelompok usia (KU) 10, nama Ayra Kirana Mahestri (SDN Kembangarum 2 Semarang) melesat sebagai momok paling menakutkan bagi lini pertahanan lawan. Konsistensinya berbuah manis saat ia sukses mengamankan gelar Top Scorer berkat koleksi fantastis 39 gol.
Bukan tanpa pengorbanan, pundi-pundi gol tersebut dibayar lunas oleh Ayra melalui disiplin latihan yang luar biasa ketat.
"Senang dan bangga menjadi Top Skor. Ini sesuai target saya. Seminggu saya berlatih 6 kali. Capai tapi senang," seru Ayra dengan mata berbinar, didampingi sang juru taktik, Misbah.
Ia juga blak-blakan mengakui bahwa atmosfer kompetisi MLSC 2026 terasa jauh lebih menantang, menguji mental dan daya juangnya hingga peluit panjang akhir pertandingan.
Beralih ke kategori KU 12, ketajaman penyerang andalan MI Pagersari-Patean, Kabupaten Kendal, Ammaora Kalani Putri (Maora), tak terbendung lagi.
Striker haus gol yang kini mencatatkan rekor luar biasa dengan 61 gol ini didapuk sebagai Top Scorer paling bersinar. Hebatnya lagi, prestasi ini melengkapi rekam jejak menterengnya yang sudah dua kali berturut-turut direkrut ke dalam skuad elite MLSC All Stars (2025 dan 2026).
Kendati tampil tajam dan sukses membawa timnya juara, Maora tetap menunjukkan kelasnya sebagai pemain hebat yang rendah hati. Ia tak sungkan melemparkan pujian tinggi kepada lawannya di partai final, SDN Karangsono 2 Mranggen.
"Saat tendangan bebas, performa mereka bagus dan kipernya juga andal," puji Maora sportif didampingi Pelatih MI Pagersari Patean, Pranoto.
Ketat
Prestasi individu membanggakan turut diraih oleh Almiera Naila Fatmawati. Siswi kelas IV SD Kemala Bhayangkari 04 Akpol ini dinobatkan sebagai Best Player (Pemain Terbaik) KU 10.
Baca juga: Sabet Lima Emas, Kota Surakarta Kuasai Ring Tinju Popda Jateng 2026
Di balik senyum bahagianya, Almiera mengakui bahwa persaingan di musim 2026 ini berjalan sangat ketat dan menguras tenaga. Namun, penghargaan bergengsi ini justru menjadi pelecut semangatnya untuk menatap masa depan. Ia optimistis timnya bisa mencatatkan hasil yang jauh lebih gemilang pada kesempatan berikutnya.
Ketukan persaingan yang semakin keras turut dirasakan oleh bintang lapangan asal SDN Klepu 03, Kabupaten Semarang, Shakila Azalia Ardani. Sosok langganan juara yang sebelumnya pernah menyandang predikat Top Scorer dan Best Player di musim-musim sebelumnya ini harus merelakan langkah timnya terhenti di babak semifinal.
Meskipun menyimpan asa melaju hingga partai puncak, Shakila melihat kegagalan ini dari sudut pandang positif. Bagi srikandi berpengalaman ini, ketatnya persaingan adalah bukti nyata bahwa kualitas sepak bola putri pelajar kini merata dan berkembang pesat.
''Ini bukti, persaingan dari tahun ke tahun lebih ketat,'' tandas Shakila dengan kepala tegak. (Aji)