SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan One-Day International Workshop bertajuk “How to Win the International Research Grant and Mastering Bibliometric Analysis with VOSviewer”, pada Senin 7 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Universitas Semarang tersebut menjadi bagian dari upaya USM memperkuat kapasitas akademik dan kompetensi penelitian dosen serta mahasiswa agar mampu berkiprah di tingkat internasional.
Workshop diikuti 50 peserta yang terdiri atas mahasiswa program magister (S2), doktor (S3), dan dosen Universitas Semarang. Kegiatan itu juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik antara Universitas Semarang dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.
Kegiatan dibuka Direktur Pascasarjana Universitas Semarang, Dr Muhammad Junaidi SHI MH. Dalam sambutannya, Junaidi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop internasional tersebut.
Baca juga: 5 Wartawan dan 3 Awak Hilang Kontak Liput Krakatau, Basarnas Lampung Ikut Siaga
Menurutnya, kegiatan ini relevan dengan kebutuhan sivitas akademika dalam meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas peluang memperoleh pendanaan riset internasional.
“Kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini karena tema yang diangkat sangat strategis bagi pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa Pascasarjana USM. Kemampuan menyusun proposal yang kompetitif serta memahami perkembangan dan peta penelitian melalui analisis bibliometrik merupakan bekal penting untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memiliki daya saing internasional,” ujar Junaidi.
Siap Diajukan
Dia berharap, workshop tersebut tidak berhenti pada peningkatan pemahaman secara teoretis, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan lahirnya proposal-proposal penelitian yang siap diajukan pada skema hibah internasional.
''Kami berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam penelitian masing-masing. Dari sini kita ingin mendorong lebih banyak proposal penelitian dari USM yang mampu bersaing dan memperoleh pendanaan internasional,'' ujarnya.
Sementara itu, Dr. Fery Firmawan, PhD selaku Ketua Sustainability Hub for Innovation and Empowerment (SHINE) Universitas Semarang, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas riset sebagai bagian dari penguatan ekosistem akademik dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.
Kolaborasi dengan UiTM Malaysia diharapkan dapat memberikan perspektif internasional sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa USM untuk membangun jejaring akademik, mengembangkan penelitian bersama, serta menghasilkan publikasi dan proposal penelitian yang berdaya saing global.
Workshop berlangsung dalam dua sesi utama yang dirancang untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis kepada peserta.
Pada sesi pertama, peserta mengikuti coaching clinic bertajuk “How to Win the International Research Grant” yang disampaikan oleh Assoc. Prof Ir Ts Dr Eeydza Aminudin dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi mengembangkan ide penelitian menjadi proposal yang kompetitif untuk skema hibah internasional. Materi mencakup bagaimana membangun gagasan penelitian yang kuat, menunjukkan kebaruan dan urgensi penelitian, menyusun proposal secara sistematis, serta meningkatkan daya saing proposal di hadapan reviewer internasional.
Sesi tersebut dikemas dalam format coaching clinic sehingga peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga dapat mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyusunan proposal penelitian dan strategi untuk mengatasinya.
Baca juga: 64 Personel Dikerahkan Cari 5 Wartawan dan 3 Kru Hilang saat Liput Krakatau
Selanjutnya, sesi kedua diisi dengan workshop teknis “Mastering Bibliometric Analysis with VOSviewer”. Sesi ini menghadirkan tim narasumber dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) yang terdiri atas Ir. Hanasha Ismail, Noor Saidah Samsudin, Farah Zahida binti Hassan, serta Nur Yasmin Qashrina binti Suza sebagai bagian dari delegasi UiTM.
Menurut Ferry, workshop teknis tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menggunakan VOSviewer untuk melakukan analisis dan visualisasi bibliometrik. Melalui kegiatan ini, peserta diarahkan untuk memahami pemetaan literatur, tren penelitian, keterkaitan antartopik, penulis, institusi, maupun perkembangan bidang kajian tertentu.
Kemampuan analisis bibliometrik dinilai penting bagi peneliti dalam menentukan research gap, memetakan perkembangan keilmuan, serta merumuskan arah penelitian yang lebih relevan dan memiliki kebaruan.
''Kami berharap, penyelenggaraan workshop internasional ini menjadi langkah konkret Pascasarjana USM dalam membangun budaya riset yang lebih kuat dan berorientasi global. Penguasaan strategi memperoleh hibah internasional dan kemampuan melakukan analisis bibliometrik diharapkan dapat mendukung dosen serta mahasiswa dalam menghasilkan penelitian yang lebih terarah, inovatif, dan berdampak,'' ungkapnya.
Selain peningkatan kompetensi, katanya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat hubungan kelembagaan antara Universitas Semarang dan UiTM Malaysia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkembang ke berbagai bentuk kerja sama akademik, termasuk penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan jejaring internasional.
Dengan semangat “Transforming Research Ideas into Fundable, Competitive, and Impactful International Research Proposals”, Pascasarjana USM berkomitmen mendorong sivitas akademika untuk tidak hanya menghasilkan gagasan penelitian, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi proposal yang layak didanai, kompetitif, dan memberikan dampak nyata di tingkat internasional. (Aji)