LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — PDAM Way Rilau tengah memperbaiki jaringan pipa yang mengalami kebocoran akibat retakan setelah sekitar lima tahun beroperasi. Perbaikan ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari dua hari sejak aliran air dihentikan.
Kebocoran diketahui sejak awal September 2026. Setelah melakukan persiapan dan koordinasi dengan sejumlah stakeholder, PDAM Way Rilau mulai mengeksekusi perbaikan pada Rabu (9/9/2026).
Direktur Teknik PDAM Way Rilau, Dirmansyah, mengatakan petugas terlebih dahulu melakukan penggalian untuk memastikan kondisi pipa dan menentukan peralatan yang dibutuhkan.
“Peralatan harus didatangkan dari Jakarta, jadi kami melakukan persiapan terlebih dahulu. Setelah itu, pada tanggal 9 kami eksekusi,” ujar Dirmansyah, Kamis (10/9/2026).
Sebelum pekerjaan dimulai, PDAM juga melakukan koordinasi dengan Camat Sukabumi, Camat Rajabasa, BPJN, Kepolisian, serta sejumlah stakeholder lainnya.
Menurut Dirmansyah, proses penyambungan pipa hingga Kamis (10/9/2026) masih berlangsung. Aliran air sendiri dihentikan sekitar pukul 13.00 WIB.
“Air kami matikan sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ini sedang proses penyambungan. Kalau tidak ada kendala, mudah-mudahan malam ini selesai dan bisa dilakukan tes aliran air kembali,” jelasnya.
Target Aliran Air Tak Lebih dari Dua Hari
Dirmansyah menjelaskan, estimasi tujuh hari yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat merupakan bagian dari SOP pekerjaan secara keseluruhan.Waktu tersebut mencakup proses persiapan hingga pekerjaan perbaikan selesai. Sementara khusus penghentian aliran air, PDAM menargetkan durasinya jauh lebih singkat.
“Kalau memungkinkan, kami targetkan satu kali 24 jam. Tapi di lapangan masih ada sedikit kendala, sehingga kami menyesuaikan dengan kondisi pekerjaan,” katanya.
Penghentian aliran pada jalur gravitasi tersebut berdampak terhadap sekitar 13 ribu sambungan rumah. Aliran air dihentikan mulai dari wilayah Rajabasa.
Untuk mengantisipasi dampak penghentian distribusi, PDAM Way Rilau sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui camat, media sosial, dan sejumlah kanal komunikasi lainnya.
Warga juga diimbau menampung air sebelum aliran dihentikan. Bagi masyarakat yang tidak memiliki sumber air alternatif, PDAM menyiapkan mobil tangki untuk memasok kebutuhan air.
PDAM Way Rilau juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait distribusi air bagi wilayah yang membutuhkan.
“Kalau ada kelurahan yang benar-benar tidak memiliki air dan membutuhkan pasokan, kami siap mengirimkan mobil tangki. Dengan BPBD juga sudah kami koordinasikan,” ujar Dirmansyah.
" PDAM Way Rilau berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan tanpa kendala berarti sehingga pengaliran air kepada masyarakat dapat kembali normal," pungkasnya.( Hajim).