TANGGAMUS LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Warga Pekon Datar Lebuay dan Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, bergotong royong mengecor jalan utama yang hingga kini belum diperbaiki pemerintah.
Menariknya, di tengah aksi swadaya tersebut, warga memasang spanduk berisi kalimat sindiran yang ditujukan kepada Bupati Tanggamus. Aksi gotong royong itu berlangsung pada Minggu (4/10/2026).
Pantauan di lokasi, kegiatan pengecoran jalan berlangsung lancar dan kondusif. Selain panitia, turut hadir Kepala Pekon Sinar Jawa bersama aparatur pekon, aparatur Pekon Datar Lebuay, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari kedua pekon.
Menurut panitia, dana swadaya masyarakat yang berhasil dihimpun hingga Sabtu malam mencapai Rp34.665.000. Dana tersebut digunakan pembelanjaan material Semen, batu split dan pasir. Diperuntukkan dalam kegiatan Pengecoran jalan utama Pekon Datar Lebuay yang merupakan akses satu-satunya akses menuju kabupaten.
“Dana iuran yang terkumpul sebesar Rp34.665.000, murni dari swadaya masyarakat. Untuk pengecoran, ketebalannya 20 sentimeter, lebar 2,5 meter, dan panjang 100 meter,” terang Ujang Karsan, mewakili Ketua Panitia, Mbah Misman, saat ditemui di lokasi gotong royong, Minggu pagi.
Sementara itu, Ahmad Toyeb menjelaskan, kegiatan pengecoran dilaksanakan di dua titik.
“Pagi hari pengecoran dilaksanakan di titik Air Batuan-Lubuk Gajah, Dusun V Pekon Sinar Jawa, dengan volume tebal 20 sentimeter, lebar 2,5 meter, dan panjang sekitar 100 meter. Kemudian sore harinya dilanjutkan di titik Dusun Beringin IV, Pekon Datar Lebuay,” jelasnya.
Spanduk Sindiran
Di lokasi pengecoran, panitia juga memasang sejumlah rambu sebagai bentuk pemberitahuan kepada pengguna jalan.
Salah satu spanduk bertuliskan: “Hati-hati dan waspada, sedang ada cor jalan. Bukti nyata dari masyarakat untuk masyarakat.”
Namun, perhatian warga dan pengguna jalan juga tertuju pada spanduk lain yang berisi sindiran.
Spanduk tersebut bertuliskan: “Kata dia... jangan tanya duitnya dari mana, ujung-ujungnya swadaya masyarakat. Mana janji manismu.”
Menurut informasi yang disampaikan warga, tulisan tersebut merupakan bentuk protes terhadap janji politik Bupati Tanggamus yang disebut pernah disampaikan pada masa kampanye menjelang Pilkada 27 November 2024.
Pernyataan tersebut kini kembali menjadi sorotan dan beredar di sejumlah platform media sosial.
Meski menyampaikan kritik melalui spanduk, kegiatan gotong royong warga berlangsung tertib. Warga memilih melakukan pengecoran secara swadaya sebagai upaya memperbaiki akses jalan yang mereka gunakan sehari-hari.
(Sunyoto/Adi/Wss)