✕

Empat Hari Usai Jabat Direktur RSUDAM, Imam Ghozali Kini Staf Ahli Gubernur

Jumat, 9 Oktober 2026 14:48
Iman Ghozali saat menerima surat penugasannya dari Marindo HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Dr. dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes., akhirnya mendapat penugasan baru setelah tak lagi menjabat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung. Ia kini dipercaya menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan melantiknya bersama dua pejabat fungsional lainnya di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (9/10/2026).

Kedua pejabat fungsional adalah Wulan Suci Mokobombang sebagai Psikolog Klinis Ahli Pertama pada RSJD Provinsi Lampung dan Jefri Sofian Leksana sebagai Dokter Ahli Pertama pada RSUD Bandar Negara Husada.

Pelantikan Imam menjadi perhatian karena berlangsung hanya beberapa hari setelah pergantian pimpinan RSUDAM. Pada Selasa (6/10/2026), Lukman Pura kembali dipercaya menggantikan Imam Ghozali.

Sebelum kembali memimpin RSUDAM, Lukman Pura menjabat kursi yang kini diduduki Iman Ghozali. Dengan demikian, terjadi pergeseran penugasan antara kedua pejabat yang sama-sama berpengalaman di bidang pelayanan kesehatan. 

Bonus Demografi Jadi Tantangan

Dalam sambutannya, Marindo menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan dinamika yang wajar dalam tata kelola pemerintahan. Tujuannya menyegarkan dan meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat Lampung adalah tugas utama. Di tengah kompleksitas persoalan masyarakat, kita membutuhkan pejabat yang mampu merumuskan kebijakan solutif dan peka terhadap dinamika di lapangan,” ujar Marindo.

Ia secara khusus menyoroti posisi Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM yang memiliki peran strategis dalam memberikan telaahan, analisis, serta masukan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan.

Menurutnya, tantangan pembangunan Lampung ke depan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga kemampuan daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu tantangan sekaligus peluang besar yang harus dipersiapkan ialah bonus demografi, ketika penduduk usia produktif memiliki proporsi yang besar dalam struktur penduduk. “Bonus demografi adalah peluang sekaligus tantangan besar," katanya.

Menurut dia, tantangan tersebut menuntut kemampuan mengubah jumlah SDM usia produktif menjadi kekuatan pembangunan melalui kebijakan yang strategis dan konstruktif di berbagai bidang

Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan tugas secara profesional, membangun kolaborasi, dan menghadirkan gagasan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Jabatan Bukan Tujuan Akhir

Menutup sambutannya, Marindo mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang memiliki batas waktu. Karena itu, setiap pejabat harus menjadikan tanggung jawab yang diemban sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya.

“Jabatan, pangkat, dan kekuasaan adalah amanah yang memiliki batas waktu. Yang akan menjadi legacy adalah nilai kebaikan, karya, keteladanan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Bagi Imam Ghozali, penugasan baru ini membawa tanggung jawab yang berbeda. Jika sebelumnya ia berada di garis depan pengelolaan rumah sakit, kini dituntut pemikiran strategis untuk mendukung kebijakan gubernur, khususnya di bidang kemasyarakatan dan pembangunan SDM.

Perubahan jabatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang aparatur tidak berhenti pada satu posisi. Ukuran keberhasilannya pada akhirnya bukan sekadar jabatan yang pernah diduduki, melainkan seberapa besar gagasan, kerja, dan keputusan yang dihasilkan memberi manfaat bagi masyarakat Lampung.(HBM) 

Berita Terkini