✕

Raih Akreditasi Unggul, Pascasarjana USM Fokus Cetak Riset Berdampak

Kamis, 8 Oktober 2026 22:04
Direktur Pascasarjana USM Muhammad Junaidi saat mengisi acara USM Update

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026 Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) sukses melampaui target yang telah ditetapkan. Capaian tersebut menjadi momentum bagi Pascasarjana USM untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola, akreditasi, riset, dan lulusan.

Direktur Pascasarjana USM, Dr Muhammad Junaidi SHI MH menyampaikan hal tersebut dalam program USM Update yang disiarkan Radio USM Jaya Semarang, Rabu 7 Oktober 2026.

Baca juga: Buka Peluang Kuliah Internasional, USM Rintis Program Joint Degree Teknik dengan NUU Taiwan

Junaidi mengatakan, salah satu capaian penting Pascasarjana USM adalah keberhasilan Program Studi Magister Manajemen meraih akreditasi unggul, yang merupakan jenjang akreditasi tertinggi.

''Magister Manajemen, salah satu program studi di Pascasarjana USM, telah mendapatkan akreditasi unggul. Ini perolehan tertinggi,'' katanya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya memperkuat tata kelola program studi serta dukungan berbagai pihak di lingkungan USM. Pencapaian akreditasi unggul justru menjadi tantangan baru bagi Pascasarjana untuk terus melakukan pembenahan.

''Magister Manajemen memperoleh akreditasi unggul, Pascasarjana USM menyiapkan sejumlah program studi lain untuk meningkatkan capaian akreditasi. Di antaranya Magister Hukum, Magister Teknik Sipil, serta Program Doktor Ilmu Manajemen,'' ujarnya.

Dia menekankan pentingnya menjaga kualitas tata kelola agar capaian yang telah diraih dapat dipertahankan.

''Unggul bukan berarti berhenti, tapi kemudian kita perbaiki terus. Ketika ada masa assessment kemarin, evaluasi itu pasti ada masukan-masukan dari asesor yang kita tindak lanjuti terus-menerus,'' ungkapnya.

Menurutnya, capaian melampaui target PMB, menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Pascasarjana USM. Namun, kepercayaan tersebut harus dikelola dengan baik melalui peningkatan kualitas pelayanan dan lulusan.

''Untuk mempertahankan kepercayaan tersebut, Pascasarjana USM ke depan akan semakin memperkuat pendidikan berbasis riset,'' tuturnya.

Dia mengatakan, hasil penelitian yang dilakukan sivitas akademika diharapkan tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah.

''Pascasarjana nanti ke depannya akan berbasis riset. Hasil risetnya adalah hasil riset yang kemudian ada outputnya. Output itu kemudian bisa digunakan oleh masyarakat, bisa digunakan oleh pemerintah, pembangun kebijakan, dan siapapun,'' ujarnya.

Baca juga: Kairul Anwar Pimpin PSSI Jateng: Pasang Target Medali PON 2028 dan Perkuat Perizinan

Selain riset, katanya, Pascasarjana USM juga terus menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan teknologi. Salah satunya melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan akademik, termasuk penulisan tugas akhir, tesis, disertasi, dan jurnal, ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi tidak dapat dihindari.

''Karena itu, mahasiswa perlu diarahkan agar mampu memanfaatkan AI secara tepat dan bertanggung jawab,'' jelasnya.

Lima Prodi

Saat ini, lanjutnya, Pascasarjana USM memiliki lima program studi, yaitu Magister Manajemen, Magister Hukum, Magister Psikologi, Magister Teknik Sipil, dan Program Doktor Ilmu Manajemen. Masing-masing program studi memiliki fokus pengembangan sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan masyarakat.

Magister Hukum diarahkan pada penguatan penegakan hukum, Program Doktor Ilmu Manajemen berfokus pada kewirausahaan, Magister Teknik Sipil mengembangkan bidang pembangunan yang memperhatikan mitigasi bencana, sedangkan Magister Psikologi menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia. Sementara Magister Manajemen berfokus pada tata kelola perusahaan dan dunia usaha.

Baca juga: Kombinasi Segelas Kopi Hitam dan Freshly Crafted Cakes Ciptakan Efek Aromaterapi Menenangkan

Dalam pengembangan program, Pascasarjana USM juga memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, kepolisian, pemerintah daerah, asosiasi profesi, hingga perguruan tinggi di Malaysia.

''Kami itu tidak bisa berdiri sendiri. Kerja sama yang kita lakukan sudah cukup banyak, dengan Indosat, kepolisian daerah Jawa Tengah, pemerintahan-pemerintahan daerah di Jawa Tengah, asosiasi, asosiasi dosen dan asosiasi profesi, termasuk terakhir kita kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Malaysia,'' tandasnya.

Sementara itu, terkait akses pendidikan, pihaknya berupaya menjaga agar pendidikan tetap dapat dijangkau oleh berbagai kalangan. Salah satu bentuknya melalui potongan biaya kuliah bagi kelompok atau instansi tertentu. (Aji)

Berita Terkini