✕

Kairul Anwar Pimpin PSSI Jateng: Pasang Target Medali PON 2028 dan Perkuat Perizinan

Kamis, 8 Oktober 2026 21:52
Kairul Anwar memberikan keterangan pers usai terpilih sebagai Ketua PSSI Jateng periode 2026-2030

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -  Induk organisasi sepak bola PSSI Jawa Tengah memiliki nakhoda baru. Melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan yang digelar pada Kamis sore (8/10/2026) di Hotel Padma Semarang, Kairul Anwar secara resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PSSI Jawa Tengah periode 2026–2030.

Proses aklamasi ini terjadi setelah Kairul melenggang sebagai calon tunggal menyusul pengunduran diri calon lainnya, Yoyok Sukawi, sebelum kongres dimulai. Surat pengunduran diri Yoyok yang ditujukan kepada panitia dan voter KLB tersebut telah ditandatangani di atas meterai pada 6 Oktober 2026.

Baca juga: Buka Hydroplus Badminton Invitation 2026, PBSI Jateng Dorong Sekolah Jadi Pabrik Talenta Muda

Dengan demikian, sebanyak 66 voter yang hadir dalam kongres sepakat menetapkan Kairul Anwar sebagai Ketua PSSI Jawa Tengah untuk empat tahun ke depan. Para voter tersebut terdiri atas perwakilan Asosiasi PSSI Kabupaten/Kota, klub, asosiasi futsal, serta perwakilan sepak bola wanita di Jawa Tengah.

KLB tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi. Hadir pula Plt Ketua PSSI Jateng Ahmad Riyadh, Kepala Dispora Jateng Aria Chandra Destianto mewakili gubernur, Kabid Binpres KONI Jateng Agus Raharjo yang mewakili ketua umum KONI, serta Plt Ketua PSSI Jateng Ahmad Riyadh.

Kairul Anwar yang juga merupakan anggota Exco PSSI langsung menyampaikan sejumlah agenda yang akan dikerjakan setelah resmi terpilih. Salah satunya mengevaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya.

“Langkah pertama yang kita lakukan adalah kita akan evaluasi semua program kerja yang sebelumnya sudah terjadi. Tentunya kita tidak akan mematikan keseluruhan, tetapi pekerjaan atau program kerja yang masih bagus itu akan kita teruskan,” kata tokoh bola yang juga berprofesi sebagai advokat ini.

Baca juga: Buka Peluang Kuliah Internasional, USM Rintis Program Joint Degree Teknik dengan NUU Taiwan

Ia menilai sebagian besar program sebelumnya telah berjalan baik sehingga tidak seluruhnya perlu dihentikan.

“Saya yakin 60-70 persen program kerja sebelumnya itu sudah luar biasa. Sehingga kompetisi-kompetisi, termasuk Piala Soeratin berbagai kelompok usia, semua berjalan dengan baik,” ujarnya.

Audiensi ke Polda
Selain evaluasi, Kairul akan segera melakukan koordinasi dengan kepolisian, khususnya Polda Jawa Tengah. Koordinasi tersebut menyangkut perizinan dan pengamanan pertandingan, termasuk kompetisi kelompok usia dan Piala Soeratin.

“Kita harus berdiskusi dengan pihak Kepolisian Daerah Jawa Tengah supaya masalah perizinan, kemudian masalah pengamanan dan lain sebagainya, bisa diakomodasi dengan baik,” ujarnya.

Kairul juga akan melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah untuk memperkuat dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini di kabupaten/kota.

“Kita akan audiensi juga dengan Pak Gubernur karena menyangkut masalah pembiayaan terkait kelompok usia dini di kabupaten/kota. Kita minta support dari Pak Gubernur Jawa Tengah supaya pembinaan sepak bola Jawa Tengah itu bisa kita tingkatkan prestasinya,” katanya.

Di bawah kepemimpinannya, Kairul menargetkan sepak bola Jawa Tengah mampu meningkatkan prestasi pada PON NTT-NTB 2028, termasuk membawa pulang medali. Ia menyebut dukungan terhadap kepengurusan baru juga telah disepakati para voter.

“Tadi sudah kita sepakati dengan seluruh voter, mereka siap untuk men-support kita untuk program yang akan datang. Artinya, ini kita punya komitmen,” ujarnya.

Kairul juga menegaskan akan menjaga netralitas selama memimpin PSSI Jateng. Ia memastikan tidak akan membentuk klub maupun memberikan keberpihakan kepada klub tertentu.

"Saya tidak membentuk klub atau mengelola klub. Jadi saya netral. Tidak ada keberpihakan," tegas dia.

Baca juga: Polisi Mencokok Tatang Winata, Buronan Importir Ilegal dengan Nilai Ratusan Miliar Rupiah

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dispora Aria Chandra Destianto mengatakan, kongres ini momentum penting untuk menata kembali arah dan strategi prestasi sepakbola Jawa Tengah. Pemprov membuka pintu selebar-lebarnya untuk berkolaborasi dalam program kerja PSSI Jateng,

Dorong Venue Timnas
Sementara itu, Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan Jawa Tengah memiliki basis penggemar sepak bola yang besar, ditambah banyak klub asal daerah tersebut yang berkompetisi di berbagai level nasional.

“Kita tahu antusiasme sepakbola di Jawa Tengah sangat tinggi, dengan banyaknya klub-klub yang berlaga di berbagai tingkatan sepakbola nasional. Kami dari pusat tentunya tidak mau mengecewakan Askab/Askot dan klub di Jawa Tengah sehingga Kongres ini harus terselenggara segera untuk menetapkan program,” kata Yunus Nusi.

Yunus juga berharap tim nasional, baik kelompok umur maupun senior, suatu saat dapat menjalani pertandingan di Stadion Jatidiri Semarang. Menurutnya, salah satu kendala yang masih perlu dibenahi adalah ketersediaan lapangan pendamping berstandar internasional.

“Harapan kami, Pemprov Jateng bisa membangun lapangan pendamping Stadion Jatidiri berstandar internasional. Kalau stadion Jatidiri sudah berstandar internasional,” kata dia.

Dengan terpilihnya Kairul Anwar secara aklamasi di Hotel Padma Semarang, kepengurusan baru PSSI Jawa Tengah diharapkan segera bergerak memperkuat pembinaan dari level usia dini hingga kompetisi senior, sekaligus meningkatkan prestasi sepak bola Jateng di tingkat nasional. (Aji)

Berita Terkini