JAKARTA,HELOINDONESIA.COM - Calon pimpinan di berbagai level di Polri harus meningkatkan kemampuan kepemimpinan, analisis organisasi, dan perumusan kebijakan strategis. Terkait hal tersebut, peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian (SPPK) Angkatan ke-4 Tahun Anggaran 2026 menggelar Focus Group Discussion (FGD). Yang merupakan bagian dari Management Training Course (MC) Level III.
"Dalam kegiatan tersebut, peserta didik mempelajari pengelolaan sumber daya manusia serta tata kelola organisasi kepolisian. Diskusi juga membahas Organization Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning sebagai pendekatan untuk menilai kondisi internal organisasi serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dari lingkungan eksternal.," kata Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Agus Nugroho dalam keterangan pers, pada Kamis (22/10/2026) di Jakarta.
Dia katakan, forum diskusi ini menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan sumber daya manusia, sekaligus memahami berbagai tantangan organisasi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. “Kegiatan ini menjadi wadah untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan praktik pengelolaan organisasi. Kami berharap para peserta didik dapat memperoleh wawasan yang bermanfaat dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di satuan kerja masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim SPPK Brigjen Pol Lutfi Martadian, menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan strategis bagi seorang pemimpin. Melalui pendekatan OHA dan Environmental Scanning, peserta didik dilatih untuk memahami kondisi organisasi secara objektif serta menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
“Seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami tugas pokok dan fungsi organisasi. Pemimpin juga harus mampu mengenali kekuatan dan kelemahan internal, membaca peluang serta tantangan eksternal, sehingga setiap keputusan yang diambil dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan berbasis data,” ucapnya.