SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) memberikan edukasi literasi digital dan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Sabtu 31 Oktober 2026.
Kegiatan yang bertajuk ''Peningkatan Literasi Digital dan Kesadaran Bermedia Sosial untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat'' itu diikuti sejumlah warga yang merupakan perwakilan dari masing-masing RT, anggota Karang Taruna, serta paguyuban bapak-bapak yang selama ini menjalankan usaha UMKM di lingkungan RW 27.
Baca juga: Menyalakan Kembali Etika Tabayun: Pelajaran dari Kasus Sukoharjo
Ketua Tim PkM USM, Ami Saptiyono SIKom MIKom mengatakan, tujuan kegiatan mendorong masyarakat agar lebih cakap memanfaatkan teknologi digital, sekaligus memiliki kesadaran untuk melindungi diri ketika beraktivitas di ruang digital.
Menurutnya, media sosial bukan hanya tempat berinteraksi atau membagikan informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana produktif untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Namun, peluang tersebut harus disertai pemahaman mengenai risiko penipuan, manipulasi informasi, dan berbagai ancaman keamanan digital.
''Pelaku UMKM perlu memiliki dua kemampuan yang berjalan beriringan, yaitu keterampilan memanfaatkan media digital untuk mengembangkan usaha dan kemampuan menjaga keamanan ketika bertransaksi. Jangan sampai media sosial yang seharusnya menjadi peluang ekonomi justru menjadi pintu masuk penipuan. Karena itu, masyarakat perlu cerdas berliterasi, aman bertransaksi, dan semakin maju dalam berwirausaha,'' kata Ami.
Sementara itu, anggpota tim PkM, Dr Gita Aprinta EB SSos MSi mengulas pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Materi dilengkapi oleh Retno Manuhoro Setyowati, SSos MIKom yang memberikan panduan praktis pemanfaatan media sosial untuk promosi produk dan penguatan jejaring ekonomi.
Salah satu peserta, Arif, menyambut positif kegiatan tersebut. Dia mengaku mendapatkan pengetahuan baru, khususnya mengenai keamanan digital yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang menjalankan usaha.
Menurutnya, sebagai pedagang, aktivitas menggunakan telepon genggam dan media sosial sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Namun, tidak semua pelaku usaha memahami cara mengenali modus penipuan maupun menjaga keamanan saat melakukan transaksi secara daring.
''Dari kegiatan ini, kami mendapatkan pengetahuan tentang keamanan digital, terutama sebagai pedagang. Ternyata ketika berjualan melalui media sosial, kita juga harus berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan. Pengetahuan seperti ini penting agar kami lebih aman dalam menjalankan usaha,'' ungkap Arif.
Baca juga: Heboh, 4 Jenderal Polisi Diisukan Ditangkap Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Perwakilan warga RW 27, Lisna Monica Sabatiningrum juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia menilai edukasi literasi digital masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama warga yang memiliki usaha dan ingin mengembangkan pemasaran melalui media sosial.
Lisna berharap, kegiatan pengabdian dari USM tidak berhenti pada pertemuan kali ini. Menurutnya, masih banyak warga di lingkungan RW 27 yang perlu mendapatkan pendampingan agar semakin memahami pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan ekonomi.
''Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut. Masih banyak warga yang perlu didorong agar lebih melek digital, terutama dalam mengembangkan UMKM di wilayah RW 27. Pengetahuan yang diberikan sangat bermanfaat. Kami berharap, ke depan ada pendampingan lanjutan agar warga bisa benar-benar mempraktikkannya,'' ujarnya. (Aji)