SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Perubahan dunia kerja yang bergerak secepat kilat, ketidakpastian ekonomi, hingga tingginya kompleksitas teknologi digital kini menjadi 'hantu' nyata bagi para pencari kerja.
Menanggapi fenomena global ini, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menegaskan bahwa kompetensi akademik saja tak lagi cukup untuk bertahan.
Rektor Unimus, Prof Dr Masrukhi MPd, menekankan pentingnya memiliki kelincahan beradaptasi (adaptability) serta ketahanan soft skill dalam mengarungi dinamika era VUCA atau Volatility (perubahan cepat), Uncertainty (ketidakpastian) Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (keterkaburan/keraguan).
"Semua perubahan terjadi sangat cepat, penuh ketidakpastian, kompleks, dan membingungkan. Ini bukan hanya tantangan lulusan di Indonesia, tetapi juga sarjana di seluruh dunia," tegas Prof Masrukhi di sela prosesi Wisuda ke-50 Unimus Sesi III di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus Kedungmundu, Semarang, Rabu 4 November 2026.
Baca juga: Mesin Padi IoT Bawa LPPM USM Sabet Indonesia Patent Awards 2026
Untuk mencetak lulusan yang future-proof alias tahan banting menghadapi disrupsi, Unimus memadukan keunggulan akademik dengan penguatan karakter nonteknis melalui aktivitas kemahasiswaan, seni, dan kepemimpinan.
Namun, menurut Prof Masrukhi, pondasi terkuat lulusan Unimus terletak pada kombinasi intelektualitas dan integritas moral. Lulusan dibekali dua senjata utama: kompetensi keilmuan yang unggul serta akhlakul karimah berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
"Kami bersyukur lulusan Unimus dibekali dua penguasaan penting: ilmu pengetahuan yang mumpuni dan karakter keagamaan yang kokoh. Inilah kompas moral mereka di dunia kerja," tambahnya.
Makin Mendunia
Pada wisuda emas ke-50 ini, Unimus melepas 1.860 wisudawan/wati yang terbagi dalam empat sesi selama dua hari (3–4 November 2026). yang akan diwisuda sebanyak 1.860 wisudawan, terdiri atas 57 lulusan program Magister, 186 lulusan Profesi (profesi dokter, profesi dokter gigi, profesi bidan dan profesi Ners), 12 lulusan Program Spesialis (Spesialis Keperawatan Medikal Bedah), 1.203 lulusan program Sarjana dan 402 lulusan Diploma. Dengan bertambahnya jumlah lulusan tersebut maka sampai dengan saat ini Unimustelah meluluskan sebanyak 33.006 orang.
Momentum kelulusan massal ini terasa makin spesial bertepatan dengan usianya yang ke-27 tahun. Unimus juga menorehkan rekor baru dengan resmi menembus pemeringkatan bergengsi QS Asia University Rankings 2026--mengukuhkan posisinya di kancah internasional.
Baca juga: Penantian 25 Tahun Berakhir: Jalan Jepara-Keling Kini Mulus Dibeton Pemprov Jateng
Bukti daya tarik global Unimus juga terlihat dari hadirnya 7 wisudawan asal Timor Leste dari Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) pada wisuda kali ini. Secara keseluruhan, Unimus kini menjadi rumah belajar bagi 112 mahasiswa asing dari 8 negara, termasuk Pakistan, Libya, Ghana, dan Thailand.
Rektor juga menyebut mengacu pemeringkatan EduRank 2026, Unimus menempati peringkat ke-7 perguruan tinggi terbaik di Kota Semarang (PTN dan PTS) serta peringkat ke-3 Perguruan Tinggi Swasta terbaik di Kota Semarang. Pada tingkat nasional, Unimus berhasil masuk dalam jajaran perguruan tinggi terbaik Indonesia, berada di kisaran 98 besar dari ribuan perguruan tinggi yang ada.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr Budi Santosa MSi Med dalam laporannya mengatakan dari 1.860 wisudawan ada 6 wisudawan dari 6 program studi yang berprestasi dengan indeks prestasi paling tinggi pada program studinya sehingga mereka terpilih sebagai lulusan terbaik.
Mereka adalah Shafira Aulia Az Zahra dari Prodi S1 Kesehatan Masyarakat dengan dengan IPK 3,96, selanjutnya Osama Yusri Hamied (S1 Ilmu Keolahragaan/3,87), Gita Rahmawati (S1 Statistika/3,94), Noor Lathifany (S1 Teknologi Pangan/3,94), Lulu Dorrotin Nafi'ah (S1 Manajemen/3,89), dan Andhini Maharanie P (S1 Akuntansi/3,87).
Sebelumnya, salah satu wisudawati dari Timor Leste Domingas da Costa Campos mengaku senang dan bersyukur lulus dari Prodi S2 Sains Laboratorium Medis Fikkes. Menurutnya, dengan ilmu yang didapatkan dari Unimus dia berharap bisa mengamalkan dan memberikan sumbangsih bagi negaranya. (Aji)