✕

Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Pemkab Tubaba Gandeng BSI Luncurkan Gerakan Q Berhaji

Rabu, 4 November 2026 16:19
Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Pemkab Tubaba Gandeng BSI Luncurkan Gerakan Q Berhaji

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, mulai mendorong masyarakat mempersiapkan ibadah haji sejak dini melalui peluncuran program Tubaba Q Berhaji.

Program hasil kolaborasi Pemkab Tubaba dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) ini menitikberatkan pada edukasi dan literasi keuangan syariah, khususnya perencanaan dana keberangkatan haji.

Program tersebut resmi diluncurkan Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, di Masjid Baitus Shobur, Islamic Center Tubaba, Rabu (4/11/2026).

Peluncuran ini menjadi salah satu upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa persiapan ibadah haji tidak cukup hanya dengan kesiapan spiritual, tetapi juga harus didukung kemampuan finansial dan perencanaan yang terukur.

Dalam sambutannya, Nadirsyah menegaskan bahwa ibadah haji membutuhkan persiapan sejak dini agar masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan biaya keberangkatan ketika waktunya tiba.

"Berhaji bukan hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga memerlukan kesiapan finansial dan perencanaan yang matang," ujar Nadirsyah.

Menurutnya, melalui gerakan Tubaba Q Berhaji, pemerintah daerah ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mulai menabung dan mempersiapkan biaya haji sesuai kemampuan masing-masing.

Ia juga mengajak masyarakat, termasuk aparatur pemerintah daerah, memanfaatkan layanan perbankan syariah yang tersedia untuk merencanakan tabungan haji.

Nadirsyah menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan seperti BSI menjadi penting, tidak hanya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sementara itu, perwakilan BSI, Ari Suharso, mengapresiasi dukungan dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam menyukseskan program tersebut.

Ia mengungkapkan, edukasi perencanaan keuangan haji semakin penting mengingat masa tunggu keberangkatan jemaah haji saat ini telah mencapai sekitar 26 tahun.

Kondisi tersebut, menurut Ari, seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempersiapkan dana haji lebih awal melalui perencanaan keuangan yang disiplin.

"Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan literasi tentang keuangan syariah, khususnya bagaimana kita merencanakan keuangan untuk mempersiapkan keberangkatan haji," jelasnya.

Ari juga menyoroti persoalan kesiapan finansial calon jemaah ketika memasuki tahap pelunasan biaya haji. Ia menyebut hampir 30 persen calon jemaah haji mengalami kegagalan berangkat karena terkendala kemampuan finansial.

"Hampir 30 persen calon jemaah haji itu gagal berangkat karena tidak siap dalam hal finansial," tambahnya.

Melalui program Tubaba Q Berhaji, Pemkab Tubaba bersama BSI berharap masyarakat tidak lagi memandang persiapan biaya haji sebagai sesuatu yang harus dilakukan ketika jadwal keberangkatan sudah dekat. Sebaliknya, perencanaan keuangan perlu dibangun secara bertahap dan berkelanjutan.

Tak hanya menyasar sektor ibadah, sinergi kedua pihak juga diharapkan berkembang ke bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk fasilitas KUR Super Mikro tanpa agunan yang disediakan BSI sesuai ketentuan berlaku.

Dengan demikian, kolaborasi Pemkab Tubaba dan BSI diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mempersiapkan ibadah ke Tanah Suci, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

(Rohman)

Berita Terkini