Prof. Eddy Rifai di Mata Dr. Asri Agung dan Prof. Muhajir Utomo

Jumat, 18 Agustus 2023 20:29
Asri Agung, Eddy Rifai, dan Muhajir Utomo (Foto Kolase Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Ketua Ikatan Alumni (IKA) FH Unila Dr. Asri Agung, SH, MH dan Mantan Rektor Unila Prof Muhajir Utomo ikut kehilangan atas wafatnya Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Lampung (Unila) Prof Dr. Eddy Rifai S.H M.H Bin M Rifai Matjik, Kamis (17/8/2023).

Keduanya telah mengenal Eddy Rifai sejak kuliah. Mereka bercerita sedikit tentang Sang Profesor yang dikukuhkan sebagai guru besar pada 13 Juni 2023.


ASRI AGUNG

Ketua Ikatan Alumni (IKA), FH Unila Dr. Asri Agung, SH, MH mengatakan turut berduka cita. Sebagai Keluarga Besar IKA FH Unila, kami merasa sangat berduka dan kehilangan seorang figur yang menjadi motivasi, teladan.

Saya mengenal almarhum sejak mahasiswa. Beliau aktivis Senat FH Unila tak hanya dikenal di kampus tapi juga masyarakat daerah ini. Semasa kami masih mahasiswa, selain penuh dedikasi, prestasinya moncer di kalangan aktivis Lampung.

Baca juga: Pemkot Bandarlampung Gelar Turnamen Futsal Pelajar 2023

Semasa menjadi dosen, almarhum terkenal dosen yang sangat baik terhadap mahasiswanya. Dia menuntun mahasiswa agar berpikir kritis. Setahu saya, selama menjadi mahasiswanya, dia tidak pernah marah.

“Jika ada permasalahan, Beliau selalu memberikan solusi yang terbaik," ujarnya kepada Helo Indonesia Lampung, Jumat (18/8/2023).

Sebagai akademisi, Eddy juga sungguh luar biasa mengupdate perkembangan dunia hukum, baik hukum sebagai ilmu pengetahuan maupun hukum sebagai ilmu dalam praktek. Dia tidak hanya kritis, tapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya di lapangan.

"Bagi kami ini, Almarhum adalah contoh, motivasi bagi keluarga besar Fakultas Hukum Unila," tutup Asri.

Baca juga: Jokowi, Sukarno, dan Mega Endorse Ganjar Lewat 125.000 Stiker

MUHAJIR UTOMO

Mantan Rektor Unila Prof Muhajir Utomo mengatakan Eddy Rifai adalah mantan aktivis Surat Kabar Mahasiswa Teknokra. Saya kenal betul dengan Beliau karena kami sering berdiskusi berbagai macam persoalan, bukan hanya pembangunan kampus tetapi membangun daerah juga.

Beliau seorang alumni yang mempunyai visi yang sangat bagus, dan konsisten dengan perjuangan. Terus terang, saya merasa sangat kehilangan. Saya pikir tak hanga saya yang kehilangan, tapi juga Unila.

Beliau mempunyai value tentang kemahasiswaan. Semasa menjadi aktivis Teknokrat, Beliau banyak menulis ke berbagai media. Beliau itu menulis sangat cepat dan kritisnya sangat konferehensif. (Wildan Hanafi)

Berita Terkini