LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika, SH, SIK, MSi mengatakan perlunya peningkatan pemahaman tentang pentingnya pencegahan konflik pertanahan lewat kegiatan peningkatkan sinergitas antara Polda Lampung dengan BPN dan stakeholder.
Hal itu dikatakan Irjen Pol. Helmy Santika, SH, SIK, MSi dalam sambutannya ketika menghadiri "Diskusi dan Sosialisasi Pencegahan Konflik Pertanahan di Wilayah Lampung" yang diadakan di Hotel Novotel, Kota Bandarlampung, Selasa (26/9/2023).
Hadir pada kegiatan tersebut Waka Polda Lampung Brigjen Pol Dr. Umar Effendi, SIK, MSi; Irjen Pol. Drs. Widodo, SH, MH, staf Khusus Bidang Sengketa dan Konflik Pertanahan dan Ruang, Brigjen Pol Arief Rachman S.I.K MTCP Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan, Kalvyn Andar Sembiring Kepala Kantor Nasional Dinas ATR/BPN Provinsi Lampung.
Baca juga: Muslimin Warga Fajar Indah Korban Kebakaran Mendapatkan Bantuan dari Pemkab Mesuji
Lainnya, para pejabat utama Polda Lampung dan Para Kapolres/ta jajaran beserta Kasat Reskrim, Intel, Binmas Polres Jajaran Polda Lampung. "Permasalahan pertanahan merupakan isu yang selalu muncul dan selalu aktual dari masa ke masa terlebih pada
saat memasuki tahun politik," katanya.
Menurut, Irjen Pol Helmy Santika SH, SIK, MSi, tanah merupakan bagian dari jiwa manusia yang tidak dapat dipisah yakni mempunyai peranan penting dalam Kehidupan manusia. "Dengan bertambahnya penduduk menyebabkan kebutuhan atas tanah semakin komplek," katanya.
Baca juga: Mantapkan Pemilu 2024, Tim Gakundu Lampung Kunjungi Gakundu Kabupaten Mesuji
Oleh karena itu, kepastian hukum dalam kepemilikan hak atas tanah sangat diperlukan, untuk menghindari adanya konflik, Artinya semua hak atas tanah harus ada landasan haknya seperti Sertifikat tanah itu sendiri, ujarnya.
"Saya mengharapkan kepada seluruh Peserta untuk Proaktif dalam mengikuti Kegiatan ini, silahkan tanyakan hal-hal yang masih belum jelas kepada para narasumber sehingga wawasan dan pengetahuan tentang pertanahan dapat dipahami dan diaplikasikan secara maksimal dalam pelaksanaan tugas di lapangan," pungkas Helmy. (Rls/HBM)