Helo Indonesia

Pertemuan AHY-Puan, Pengamat Sebut Peluang Koalisi PDIP dan Demokrat Makin Menipis

Drajat Kurniawan - Nasional -> Politik
Senin, 19 Juni 2023 15:25
    Bagikan  
Ketua DPP PDIP Puan Maharani Bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY
Foto : Tangkapan Layar

Ketua DPP PDIP Puan Maharani Bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY - (Instagram)

HELOINDONESIA.COM - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani bertemu Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Hutan Kota Plataran Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (18/6/2023) kemarin.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga menilai, pertemuan tersebut semakin memperkecil peluang adanya kerja sama politik antara Demokrat dengan PDIP usai keduanya AHY-Puan berdiskusi. 

Namun menurut Ritongga, berbeda hal jika Pilpres akhirnya berlangsung dua putaran, dengan hasil putaran pertama Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Koalisi antara PDIP dan Demokrat masih memungkinkan terjadi.

"Kalai sampai Pilpres berlangsung hingga putaran dan Anies misalnya kalah, ada kemungkinan Demokrat merapat," ujar Jamiluddin kepada wartawan, Senin 29 Juni 2023.

Baca juga: AHY-Puan Bertemu, PKS Yakin Demokrat Kian Solid Bersama KPP, dan AHY Dukung Anies

Ritonga melanjutkan, sama halnya apabila Capres yamg diusung PDIP yaitu Ganjar Pranowo pada putaran pertama kalah. "PDIP bisa saja merapat ke Partai Koalisi Perubahan," ungkapnya.

Namun demikian, Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini mengatakan, pertemuan yang diinisiasi PDIP itu tentu mencerminkan AHY sebagai sosok yang diperhitungkan di kancah nasional.

"PDIP tentu mengundang AHY bertemu karena dinilai punya kapasitas. AHY dinilai sosok yang berpengaruh di tanah air," tutupnya. 

Baca juga: AHY-Puan Bertemu, PKS Yakin Demokrat Kian Solid Bersama KPP, dan AHY Dukung Anies

Diberitakan sebelumnya, usai pertemuan Puan dan AHY itu, Puan menyebut keduanya sepakat bahwa pertemuan akan berlanjut dan tidak hanya sampai disitu.

"Dan kami bersepakat bahwa ini nggak boleh berhenti sampai di sini, bicara politik itu bukan berarti kemudian stop sampai ini seokah-olah selesai," ujarnya.

"Tapi kareena memang politik itu penuh dengan dinamika, sangat dinamis, tentu untuk mencapai satu titik temu di tengah saja perlu waktu untuk bicara-bicara terus, namun kalau tidak pernah ketemu, tidak pernah bicara pastinya akan selalu ada miskomunikasi," imbuhnya.