Helo Indonesia

Soal Temuan 52 Juta Data Aneh di DPS, Begini Tanggapan KPU

Drajat Kurniawan - Nasional -> Politik
Senin, 19 Juni 2023 16:57
    Bagikan  
Petugas KPU Menempelkan Data DPS
Foto : Ist

Petugas KPU Menempelkan Data DPS - (Ist)

HELOINDONESIA.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membantah soal temuan 52 juta data aneh pada daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pemilu 2024.

Perkumpulan warga negara untuk pemilu jurdil menemukan 52 juta data aneh dalam dalam daftar DPS. Data aneh tersebut diperoleh dari DPS yang dikirimkan ke partai politik.

Komisioner KPU RI Divisi Data dan Informasi, Betty Epsilon Idroos mengatakan, data yang disampaikan kelompok tersebut tidak benar dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Dengan demikian Betty menilai temuan tersebut bagian dadi serangan kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu. Selain it dia juga menilai adanya data aneh yang diungkapkan ke publik tersebut sebagai uapaya membatalkan pesta demokrasi. 

Baca juga: Diperiksa 3,5 Jam, Mentan SYL Mengaku Kooperatif, Siap Hadiri Panggilan Penyidik KPK

"KPU menyadari bahwa menjelang pemiku akan banyak tuduhan terhadap KPU atas data aneh sebagai salah satu upaya delegitimasi penyelenggaraan," kata Betty dalam keterangan tertulis, Senin (19/6/2203). 

Betty mengklaim KPU sudah melakukan perbaikan kegandaan dan data yang tidak valid mencapai 99,99 persen. kPU hingga kini masih terus memperbaiki dan memvalidasi data pemilih guna mematangkan pelaksanaan kontestasi Pemilu. 

"Perbaikan data kegandaan dan data invalid mencapai 99,99 persen dan terus berpores sampai penetapan DPT," ucapnya.

Baca juga: Selain Enak, Jamur Kancing Ternyata Bagus Juga untuk Diabetes dan Pengendalian Kolesterol Loh

Oleh karena itu, Betty meminta, masyarakat untuk prercaya kepada lembaganya yang hingga saat ini terus bekerja mematangkan proses penyelenggaraan pemilu 2024. "Publik harus meyakini bahwa tuduhan itu tidak valid dan mengada-ada," ujarnya. 

Dia mengajak masyarakat untuk mengecek langsung apakah data DPS tersebut ada kejanghalan atau tidak dengan caara langsung melihat pemuktahiran data pemilih melalui website cekdptonline.go.id. Ia mengatakan bahwa proses pemuktahiran data pemilih dilakukan secara transparan. 

"Pemuktahiran data pemilih dari satu tahan ke tahapan lain dilakuka secara terbuka mulai dari penetapan pada tingkat desa/kelurahan (PPS) sampai dengan rekapitulasi secara nasional," tandasnya.

Baca juga: Masker Darah Haid Bisa Mempercantik Kulit Wajah Anda, Mitos Atau Fakta?

Sebelumnya, temuan 52 juta data aneh dalam dalam daftar pemilih semnentara (DPS) pada pemilu 2024, disampaikan Perkumpulan warga negara untuk pemilu jurdil . 

Juru bicara perkumpulan Dendi Susianto mengungkapkan, pihaknya menemukan 25,3 persen data aneh dari salinan DPS pemilu 2024 yang dikirim KPU kepada partai politik. Data DPS tersebut berjumlah 205.768.061 yang diterima partai politik. 

"KPU mengirim ke partai politik berupa salinan DPS pemilu 2024 dalam bentuk soft copy exel CSV," kata Dendi kepada wartawan, di Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2023).

Baca juga: DPR: Ada Indikasi Kuat Malaysia Biarkan Keluarnya Narkoba dari Negeri itu ke Indonesia

Data aneh yang menjadi kejanggalan yaitu pemilih berumur lebih dari 100 tahun, pemilih kurang dari 12 tahun, pemilih yang memiliki identitas sama, pemilih memiliki RT 0, pemilih memiliki RW 0.

"Setelah meneliti data DPS kami menemukan 52.048.328 atau 25,3 persen data janggal," ujarnya.