Helo Indonesia

HMI Aksi Saat Jalan Sehat PAN Lampung, Rakyat Susah DPR Joget Gaji Naik

Herman Batin Mangku - Nasional -> Politik
Sabtu, 30 Agustus 2025 15:45
    Bagikan  
HMI
HELO LAMPUNG

HMI - Kader HMI aksi saat jalan sehat PAN (Foto Yeye/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Para kader Himpunan Mahasiswa Isoam (HMI) Komisariat Sosial Politik (Komsospol) Unila menggelar aksi pada saat Partai Amanat Nasional (PAN) Walk Dirgahayu ke-27 di Wayhalim, Kota Bandarlampung, Sabtu (30/8/2025).

Mereka mengkritik ketidakpekaan para wakil rakyat, termasuk dari PAN, seperti Eko Patrio, yang joget saat kenaikan tunjangan saat rakyat susah sehingga memantik amuk massa di berbagai kota pada Jumat (29/8/2025).

undefined

Baca juga: HMI Balam: Lampung Tolak Kedatangan Eko Patrio, Rakyat Muak

Menurut Koordinator Aksi, Rafly Nugraha menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap kondisi politik dan kebijakan pemerintah yang dinilai jauh dari harapan rakyat.

"Kami kecewa karena DPR sebagai wakil rakyat justru terlihat sangat gembira ketika tunjangan dinaikkan padahal rakyatnya sedang menjerit, jogetan-jogetan itu ibaratkan DPR sedang menari di pedihnya kondisi Masyarakat saat ini" ujarnya.

Baca juga: Musda KNPI Lampung Tinggalkan Luka, HMI Balam Nilai Telah Memecah Belah

Aksi berlangsung tertib tanpa mengganggu kegiatan yang sedang berlangsung. Para peserta aksi berharap langkah ini dapat menjadi pemicu perubahan sikap dan kinerja DPR dalam menjalankan amanah rakyat.

Kabid PTKP HMI Komsospol Unila M.Tarehsyah menegaskan akan terus mengawal isu-isu kebangsaan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. "HMI Komsospol Unila akan selalu berdiri bersama kaum kaum mustadafhin," ujarnya.

Baca juga: Tolak Adies Kadir, Lampung Bukan Tempat Mereka yang Tuli pada Suara Rakyat

TOLAK

Sehari sebelumnya, Lampung, HMI Cabang Kota Bandarlampung menyatakan tidak butuh pejabat yang lebih sibuk berpesta ketimbang bekerja untuk rakyat. Mereka menolak kedatangan Eko Patrio ke Bumi Ruwa Jurai.

Menurut Rafly Nugraha, pengurus HMI Cabang Bandarlampung bidang Politik dan Demokrasi, penolakan kedatangan Eko Patrio bukan sekadar reaksi emosional, melainkan bentuk perlawanan moral.

"Rakyat sudah muak dengan pejabat yang menjadikan jabatan sebagai panggung hiburan dan pencitraan," katanya lewat rilis yang dikirim ke Helo Indonesia, Jumat (29/8/2025).

Jika Eko Patrio datang hanya untuk tampil di depan kamera, bersalaman dengan pejabat lokal, dan pulang tanpa solusi, lebih baik ia tidak datang sama sekali, tandasnya. (Rls/Yeye)

 -