HELOINDONESIA.COM - Isu Munaslub berembus di Partai Golkar. Partai Amana Nasional, atau PAN rupanya mereaksi terhadap gejolak di Partai Golkar itu, karena isunya besar.
Isu Munaslub itu pada ujungnynya untuk mengganti Airlangga Hartarto dari pucuk pimpinan Partai Golkar karena sampai mendekati pendaftaran capres-cawapres, belum berhasil membentuk koalisi untuk mengajukan dirinya sebagai capres.
Isu Munaslub itu muncul dari pertemuan para tokoh senior Partai Golkar, di Jakarta dua hari lalu. Para tokoh senior Partai Golkar itu geregetan dengan Airlangga Hartarto yang sudah dua tahun belum bisa mendeklarasikan menjadi capres. Maka muncul ide Munaslun untuk mengganti Airlangga sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Para senior Golkar itu sempat menyebut-nyebut PAN sebagai calon mitra koalisi, namun arahnya kemana PAN itu, mereka mengaku sudah bisa menebak.
Menanggapi isu Munaslub Partai Golkar tersebut, PAN akan menghormati dan tak mau ikut campur dengan kondisi terkini Partai Golkar. Namun PAN masih terus membuka peluang jika Golkar ingin membentuk poros baru yang mengusung paket Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan (Zulhas).
“Kami tetap membuka opsi mengusung pak Airlangga dan pak Zulhas di pilpres 2024. Opsi itu belum kita tutup loh, nah itu masih bisa kita laksanakan dan ya ini masih cair,” ujar Sekjen PAN Eddy Soeparno, di DPR, Jakarta Pusat, Jumat 14 Juli.
Sekjen PAN mengatakan, wacana untuk membentuk poros koalisi baru masih sangat terbuka karena saat ini belum ada koalisi yang pasti. Selain itu peta politik Pilpres 2024 masih bisa berubah.
Selain opsi mengusung Zulhas, PAN juga memiliki opsi lain yakni mengusung Menteri BUMN Erick Thohir (Etho). Meski begitu, ia menyebut akan menjajaki setiap kemungkinan yang ada
“Tentu kalau sekarang adalah opsi bagaimana mendorong Pak Etho dan itu sudah kami sampaikan secara konsisten dalam beberapa kesempatan. Itu opsi pertama kali. Jadi apapun bisa terjadi apalagi waktunya masih cukup panjang, dan dalam hitungan usia politik sehingga kami tetap membuka opsi-opsi tersebut,” imbuh Eddy.
Eddy Soeparno membantah jika opsi Airlangga-Zulhas hanya sekadar gimmick politik saja. Sebab sejak awal Golkar dan PAN sudah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Selain itu sosok Airlangga dan Zulhas sudah sama-sama dikenal oleh masyarakat.
“Tidak (main-main), saya kira itu opsi yang masih kita buka, bagaimana juga sebagai menteri dalam kabinet, mereka sudah dikenal secara nasional,” kata Eddy Soeparno, Sekjen PAN. (*)
(Winoto Anung)
