HELOINDONESIA.COM - Dinamika politik masih terus berkembang dalam waktu dekat ini menjelang pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil Presiden (cawapres) pada 19 Oktober 2023 di Komisi pemilihan umum atau KPU.
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menyebutkan faktor survei, keamanan, ekonomi dan bisa merubah perkembangan politik Indonesia ke depan.
Untuk faktor survei, dikatakannya, juga akan digunakan sebagai instrumen penggiringan opini untuk mempengaruhi opini capres dan partai politik pendukungnya.
"Jadi survei ini akan menjadi bahan ledakan atau kejutan. Dari survei ini, para investor punya tingkat keyakinan tentang capres dan bangunan koalisinya, apakah menang atau ada di nomor buncit," kata Anis Matta yang dikutip, Rabu (27/9).
Baca juga: Politisi Gelora Sindir Soal Perubahan Koalisi : Jangan Baper Seperti Nonton Drakor
Sehingga dalam waktu satu bulan ini, survei terhadap tiga pasangan capres akan mempengaruhi keyakinan dan pilihan dari investor yang akan 'mendonorkan' dananya kepada capres tertentu.
"Meskipun kita tidak tahu siapa donornya, bisa jadi donornya sama. Tapi hasil survei ini akan mempengaruhi pilihan investor, karena dinamika politik masih akan terjadi. Saya ulangi kembali, satu hari dalam politik itu terlalu lama, kemungkinan kejutan-kejutan masih akan terjadi, salah satunya dari faktor survei ini," ujarnya
Untuk faktor keamanan, dia mengatakan, pemerintah harus segera mencari solusi untuk mengatasi kasus Rempang dan Gorontalo. Dikhawatirkan kata dia, jika permasalahan tersebut dibiarkan berlarut-larut maka akan ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan Pemilu2024.
Baca juga: Anis Matta Sebut Tiga Poros di Pilpres 2024 Akan Berimbas Pemilu Berjalan Aman
"Kasus Rempang dan Gorontalo (Pohuwanto) hartus segera diselesaikan, karena sumber kekacauan saat ini banyak faktor yang meningkat eskalasinya dengan cepat. Karena ada pihak-pihak yang ingin mendapatkan keuntungan elektoral dari kekacauan ini," paparnya.
Terkait faktor ekonomi, kata Anis Matta, perkembangan geopolitik sekarang akan membawa dampak pada kenaikan harga-harga bahan pokok, sehingga dapat mempengaruhi pilihan dan persepsi orang terhadap capres.
"Artinya pesepsi orang tentang capres yang akan menang bisa bisa berubah dalam situasi ini, jika ada kenaikan harga-harga yang mendadak dan tidak terduga. Jadi isu faktor keamanan dan faktor ekonomi bisa mempenharuhi persepsi tentang siapa calon yang akan menang," ujarnya.
