LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Politikus dan pengamat Nizwar Affandi menilai sikap KPU RI mengosongkan hasil rekapitulasi suara Dapil Lampung 1 Partai Golkar Lampung pada rapat plenonya sebagai pengakuan "telanjang" kemungkinan adanya "Team Order" seperti di Balapan Formula 1.
"Jika benar menolak hasil rekapitulasi berjenjang, DPP Partai Golkar juga sama saja mengesampingkan kerja keras saksi partainya mulai dari KPPS, PPK, KPI kabupaten/kota hingga provinsi," katanya kepada Helo Lampung, Minggu (10/3/2024).
Menurut Nizwar Affandi, penolakan DPP Partai Golkar merupakan hal serius bahwa struktur partai mulai dari kelurahan/desa hingga DPD Partai Golkar sengaja atau tidak telah dianggap kalau sehingga hasil rekapitulasinya belum diterima DPP Golkar.
"Bukankah ada mekanisme penyelesaian sengketa di Mahkamah Konstitusi atau Mahkamah Partai untuk penyelesainnya.
KPU RI menyetujui pengosongan perolehan suara DPR RI Dapil Lampung I Partai Golkar atas intrupsi permintaan partai tersebut pada Rapat Pleno Rekapitulasi Suara DPR RI di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2024).
Alasan Partai Golkar meminta pengosongan karena ada beberapa hasil TPS yang salah hitung dan salah tulis peroleh suara caleg partainya. Sedangkan untuk dibahas, perlu waktu, kata saksi Partai Golkar Lampung.
Ketua KPU RI Hasyim Asari dan anggota Bawaslu RI awalnya tetap menginginkan Ketua KPU Lampung Erwan Bustami terus membacakan hasil perolehan suara DPR RI Dapil Lampung I Partai Golkar.
Namun, saksi Partai Golkar Lampung tetap menginginkan perolehan suara caleg Dapil Lampung 1 dikosongkan dulu. Menurut saksi Partai Golkar, KPU RI jangan menyimpulkan karena kesimpulannya akan disampaikan pada internal partai.
Akhirnya, Erwan Bustami menyetujuinya. "Kosongkan dulu suara Golkar, suara partai yang lain kita sahkan dulu,” tandasnya.
Dari Dapil Lampung 1, kader Partai Golkar yang lolos hanya Rycko Menoza dengan perolehan 53.813 suara. Sedangkan petahana, Sekjen DPP Partai Golkar Letjen TNI (Purn) H. Lodewijk Freidrich Paulus tergeser 50.093 suara. (HBM)
-