✕

Komjen Suyudi Calon Tunggal Kapolri dengan Jejak Panjang Reserse

Kamis, 1 Oktober 2026 11:34
Komjen Suyudi Ario Seto (kanan) dalam fit proper test di Komisi III DPR, (1/10/2026). (YouTube/ TVR Parlemen) HELO LAMPUNG

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM — Komjen Pol Suyudi Ario Seto kini berada di pintu tertinggi kariernya di Korps Bhayangkara. Presiden Prabowo Subianto mengajukannya sebagai calon tunggal kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI, Kamis (1/10/2026). Uji kelayakan tersebut dibuka untuk umum di Gedung DPR RI, Jakarta.

Dia memaparkan sejumlah program dalam 100 hari pertama jika terpilih kelak. Menurut Suyudi, tingkat kepercayaan dan citra Polri harus menjadi bahan evaluasi institusi.

Suyudi juga menegaskan unjuk rasa harus dilayani dan diamankan sebagai bagian dari demokrasi. Dia akan menjadikan tema "Polisi Bersama Masyarakat" sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transpormasi Polri apabila telah dilantik jadi Kapolri.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan komisinya telah menerima Surat Presiden (Supres) No. R57/Pres/10/2026 terkait pergantian Kapolri tertanggal 30 September 2026.

Jejak Suyudi

Dari Resmob ke pucuk pimpinan
Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta, 14 Juli 1973, dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia kemudian menempuh pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sespimti pada 2018.

Jejak awal kariernya kuat di bidang reserse. Ia pernah bertugas sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, kemudian dipercaya menjadi Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang dan Kapolsek Metro Penjaringan.

Pengalaman reserse kemudian membawanya menduduki sejumlah posisi di tingkat polres, antara lain Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Karier kewilayahannya berlanjut. Pada 2014 ia dipercaya menjadi Kapolres Majalengka, kemudian Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota dan Kapolres Metro Jakarta Pusat pada periode 2014–2017.

Dari jajaran kewilayahan, Suyudi masuk ke sejumlah posisi strategis di Bareskrim Polri. Ia pernah menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 2020.

Pengalaman tersebut memperlihatkan lintasan karier yang tidak hanya berada di lapangan, tetapi juga menyentuh penanganan tindak pidana ekonomi dan kejahatan siber.
Menembus jajaran pimpinan Polda

Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, tepatnya Juni 2024, ia naik menjadi Kapolda Banten. Masa tugasnya sebagai Kapolda Banten tidak berlangsung panjang.

Pada Agustus 2025, Suyudi dimutasi sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri untuk penugasan di luar struktur. Tak lama kemudian, Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Kepala BNN.

Suyudi resmi dilantik sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 berdasarkan Keppres Nomor 118/TPA Tahun 2025. Ia kemudian menyandang pangkat Komisaris Jenderal atau jenderal bintang tiga.

Dari Pemberantasan Narkotika ke Calon Kapolri

Jabatan Kepala BNN membuat pengalaman Suyudi semakin bersinggungan dengan salah satu agenda utama penegakan hukum, yakni pemberantasan narkotika.

Sebelumnya, sebagian besar perjalanan kariernya berada pada jalur reserse dan kepemimpinan kewilayahan. Dari Resmob Polda Metro Jaya, sejumlah polsek dan polres, Bareskrim, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala BNN.

Lintasan tersebut kini membawanya ke proses pencalonan Kapolri.
Pencalonan Suyudi juga berlangsung dalam konteks regenerasi kepemimpinan Polri.

Pada Mei 2026, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut Polri perlu menyiapkan calon-calon pimpinan melalui penataan career path, termasuk untuk kandidat pimpinan tertinggi Polri.

Namun, status Suyudi saat ini masih calon Kapolri, bukan Kapolri definitif. Penetapan akhirnya mengikuti mekanisme pengangkatan Kapolri, yakni Presiden mengajukan calon kepada DPR untuk memperoleh persetujuan.

Dengan pengalaman panjang di bidang reserse dan sejumlah jabatan strategis di tingkat kewilayahan maupun Mabes Polri, perjalanan Suyudi kini memasuki babak paling menentukan: uji kelayakan di parlemen sebelum kemungkinan memimpin Korps Bhayangkara. (HBM)

Berita Terkini