HELOINDONESIA.COM - Aktivis 98 Faisal Assegaf mengapresiasi partai yang tergabung dalam KPP (Koalisi Perubahan untuk Persatuan) NasDem, PKS dan Demokrat lantaran masih solid dan Istiqomah dalam mendukung calon presiden (capres) Anies Baswedan.
"Demokrat pun demikian, namun, kadang terlihat kaku," ujar Faisal lewat cuitannya di Twitter dilansir 14 Agustus 2023.
Menurut Faisal, Demokrat tidak hanya harus bersikap konsisten namun juga tidak mengedepankan ambisi dan ego pribadi di dalam berkoalisi.
"Demokrat harus menyingkirkan ambisi dan ego pribadi karena aspirasi rakyat wajib diutamakan. Jika tulus dan konsisten bukan tidak mungkin simpati publik mengalir pada Demokrat," ungkapnya.
Dia menegaskan, ambisi yang diperlihatkan Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah elit partai dengan bermanuver justru menimbulkan persepsi publik bahwa partai berlogo mercy itu ambisi untuk mengincat posisi cawapres.
"publik terus mengamati manuver SBY dan kalangan elite Demokray. Terkesan dari hari ke hari, AHY sangat ngotot jadi cawapres," katanya.
Faisal menilai sikap Demokrat tersebut sah-sah saja namun harus bijak dan tetap legawa untuk membuka peluang terhadap sosok Cawapres lainnya yang lebih potensial.
Baca juga: PBB Tak Diundang Koalisi Partai Dukung Prabowo, Ini Kata Yusril
"Kapasitas AHY sebagai pendamping Anies harus matang dipertimbangkan. Posisinya selaku Ketum partai Demokrat, sangat strategis, tak berarti mengunci figur potensi lainnya," urai dia.
Sikap ngotot Demokrat itu Faisal berpendapat, sangat kontras dengan pernyataan SBY dan elite Demokrat berkali-kali telah menehaskan bahwa Urusan Cawapres adalah sepenuhnya keputusan Anies.
Seharusnya, kata dia, pernyataan itu disampaikan dengan tulus tanpa AHY sebagai bargaining.
"Jangan sampai ketika Anies memutuskan figur lain sebagai Cawapres, lantas SBY, AHY dan Demokrat mengkhianati kesepakatan. Tentu dampaknya sangat buruk dan fatal bagi Demokrat," paparnya.
Imbasnya dia menambahkan, rakyat yang semakin agresif menggalang gerakan perubahan bakal kecewa dan sangat marah. Sebab rakyat gusar bila demi kepentingan pribadi, Demokrat terjebak egois.
"Sikap jujur dan konsistensi SBY, AHY dan Demokrat sedang diuji. Bila rakyat tulus memperjuangkan perubahan, maka PKS, NasDem dan Demokrat harus bersikjap serupa," tandasnya.