Helo Indonesia

Lukisan Indah Sarat Narasi di Pameran Taman Budaya Lampung

Annisa Egaleonita - Ragam
Jumat, 22 Agustus 2025 15:38
    Bagikan  
Lukisan Indah Sarat Narasi di Pameran Taman Budaya Lampung

Pada sat setting karya 20/8/2025

TAMAN Budaya Lampung, 20 Agustus 2025, ada pameran lukisan yang menyuguhkan narasi yang beragam, mulai dari politik, tradisi, hingga persoalan sosial yang dihadapi masyarakat hari ini. Setiap karya yang dipamerkan tidak hanya sekadar pajangan visual, melainkan sebuah cerita yang mengungkap esensi dan makna di baliknya.

Penataan karya yang apik membuat ruang apresiasi di Gedung Pameran Taman Budaya Lampung terasa hidup. Para perupa Lampung menampilkan imajinasi mereka dengan cara yang memanjakan mata sekaligus membuka ruang renung bagi para pengunjung.

undefined

Seni bukan sekadar hiasan. Ia adalah cermin batin manusia, refleksi kompleksitas emosi, pikiran, hingga perjalanan spiritual. Dalam pameran bertema “We Take Action”, seni tampil sebagai jendela menuju ruang-ruang terdalam yang kerap sulit diungkapkan dengan kata-kata. Setiap goresan kuas, pilihan warna, hingga detail kecil mengandung suara batin yang mencerminkan kegembiraan, kesedihan, ketidakpastian, maupun kebijaksanaan manusia.

Di tengah hiruk pikuk dunia modern, pameran ini menjadi rujukan untuk merenungkan makna kehidupan, sekaligus menggali kedalaman jiwa manusia melalui sentuhan warna, bentuk, dan interpretasi.

Kisah di Balik Karya

Beberapa karya yang tampil dalam pameran ini antara lain:

Yulius Benardi – “Identitas”
Karya ini menyoroti ideologi Pancasila sebagai dasar identitas bangsa Indonesia. Yulius mengisahkan panjangnya perjuangan bangsa dalam menunjukkan jati diri sebagai negara kesatuan yang berlandaskan Pancasila. Pertanyaan mendasar pun muncul: Apa jadinya bila ideologi bangsa ini tidak lagi diterapkan?

undefined

David – “Merawat Kebangsaan”
Melalui lukisan ini, David menyoroti strategi sosial dan kebijakan publik yang sering kali memakan korban rakyat kecil. Ia menggambarkan konflik sosial yang lahir dari kepentingan sesaat, sembari mengingatkan pentingnya kebijakan publik yang adil dan berpihak pada rakyat.

undefined

Damsi – “Etnik Fusion”
Dengan gaya abstrak dekoratif, Damsi menggabungkan berbagai unsur budaya Melayu dalam bentuk yang lebih relevan dan kekinian. Simbol kucing dekoratif yang ia hadirkan diperkaya dengan kekuatan garis arsir yang kokoh, menghadirkan identitas karya yang mendalam.

undefined

Bayu Putra Ramadhan – “Sabung Oknum”
Perupa muda ini menyoroti praktik judi sabung ayam yang justru dibekingi aparat. Berangkat dari refleksi panjang, Bayu mengkritisi penyimpangan tradisi “tajen” di Bali yang seharusnya bernuansa ritual adat, namun berubah menjadi praktik ilegal.

Diki Akew – (Tanpa Judul)
Karya Diki menceritakan perjuangan manusia yang diibaratkan bangkit dari kematian demi memperjuangkan hak yang tak pernah didapat semasa hidup. Sang pemimpin digambarkan sebagai “ikan cupang berdasi” yang sibuk bersolek, abai pada penderitaan rakyatnya.

Wiwied Hermawan – (Tanpa Judul)
Lewat karya grafisnya, Wiwied menghadirkan perlawanan petani terhadap dua musuh utama: Setan Tanah (mafia tanah) dan Celeng Berdasi (oligarki serakah). Celeng berdasi yang diikat kuat oleh tali tambang, digenggam erat tangan-tangan petani, menjadi simbol solidaritas, tekad, sekaligus amarah kolektif.

Makna Apresiasi Seni

Setiap karya seni membawa ruang tafsir yang berbeda. Indah atau tidak indah, bermutu atau tidak, semua bergantung pada pengalaman estetika masing-masing individu. Bahkan orang awam pun dapat memiliki interpretasi berbeda.

Mengapresiasi seni berarti memasuki ruang dimensi lain: menilai, mengevaluasi, sekaligus memberi kritik tanpa kehilangan simpati. Itulah hakikat apresiasi seni.

Penutup

Komunitas Media Art bersama Forum Perupa Lampung menghadirkan pameran “We Take Action” dengan menampilkan 40 karya lukis. Pameran ini berlangsung pada 23–29 Agustus 2025 di Taman Budaya Lampung.

Mari hadir, menyelami warna-warni karya, dan memberi apresiasi kepada para seniman yang telah menuangkan gagasannya bagi kita semua.

* Penulis Seni Rupa