HELOINDONESIA.COM - Saat mendengar istilah dry needling masih banyak orang yang memiliki anggapan keliru.
Ada yang mengira prosedurnya sama dengan akupunktur, sementara yang lain percaya bahwa tindakan ini sangat menyakitkan atau hanya diperuntukkan bagi atlet.
Faktanya?
Dry needling adalah metode perawatan modern yang menargetkan titik pemicu nyeri (trigger points) pada otot untuk membantu meredakan nyeri, mengurangi kekakuan otot, meningkatkan mobilitas, serta mendukung pemulihan yang lebih cepat.
Padahal dry needling bisa menjadi pilihan tepat dalam proses pemulihan Anda.
Baca juga: Siasat Jateng Hadapi Tekanan Fiskal Global: APBD Terbatas, Investasi Jadi Tumpuan
Ketika Anda sedang mengalami nyeri leher dan bahu, sakit punggung, cidera akibat olahraga, maupun ketegangan otot sehari-hari metode ini sangat ampuh memulihkan kondisi fisik ke semula.
Dikutip dari Alodok, dalam praktiknya, jarum yang digunakan saat terapi Dry Needling serupa dengan jarum akupunktur.
Namun yang membedakan, dry needling murni didasarkan pada ilmu anatomi dan medis modern, bukan pengobatan tradisional.
Ketika jarum dimasukkan ke area otot yang tegang, ini membantu meredakan nyeri otot, jaringan ikat (fascia), dan sendi.
Baca juga: Tubaba Siapkan Regulasi Kelas Khusus Olahraga, Bidik Lahirkan Atlet Nasional
Memperbaiki fleksibilitas dan jangkauan gerak tubuh. Mempercepat penyembuhan cedera dengan melancarkan peredaran darah.
Memahami metode perawatan ini adalah langkah awal untuk bergerak lebih leluasa, merasa lebih nyaman, dan menjalani pemulihan dengan cara yang lebih efektif.
