HELOINDONESIA.COM - Singkong dan jagung merupakan dua makanan yang bisa jadi alternatif pengganti nasi putih.
Keduanya kaya akan karbohidrat dan tentunya sama kenyangnya dengan nasi putih.
Sebagian orang ada yang menghindari konsumsi karbohidrat karena takut gemuk.
Padahal, karbohidrat adalah sumber energi yang tidak boleh dilewatkan.
Namun, beberapa orang memilih makanan pengganti nasi putih untuk proses diet.
Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan serat, beberapa makanan berikut ini bisa sebagai pengganti nasi putih.
Baca juga: Timses Hadir di Acara Debat Capres-Cawapres Dibatasi Maksimal 50 Orang
1. Singkong
Makanan ini sangat mudah ditemukan di seluruh wilayah di Indonesia, sehingga dapat menjadi pilihan pengganti nasi untuk diet.
Selain itu, singkong juga dipercaya dapat mengobati dehidrasi, kelelahan, sepsis (infeksi darah), dan untuk menginduksi persalinan.
Kandungan gizi pada singkong mirip dengan kentang, sehingga cocok untuk pengganti nasi putih.
2. Jagung
Jagung bukanlah makanan asing di Indonesia, bahkan beberapa daerah menjadikan jagung sebagai makanan utamanya.
Dalam 100 gram biji jagung terdapat 86 kalori dan berbagai jenis vitamin B, seperti B1, B3, B5, dan B9 atau folat.
Bahkan, kandungan vitamin B dalam jagung sudah memenuhi 10%-19% nilai harian yang harus dikonsumsi.
Makanan pengganti nasi untuk diet ini juga mengandung serat, magnesium, fosfor dan vitamin C yang penting untuk tubuh.
Bahkan, serat pada jagung dapat membantu menurunkan kolesterol dan mengatasi susah buang air besar.
Baca juga: Kegiatan Gibran Bagi-bagi Susu di Area CFD Lolos dari Pengawasan, Heru Budi : Tugas Bawaslu Lah
3. Beras Merah
Beras merah adalah alternatif yang jauh lebih sehat daripada beras putih.
Jenis beras ini mengandung serat lebih tinggi, merupakan sumber karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah, kaya vitamin B6, zinc, dan zat besi.
Tidak hanya itu, beras merah juga mengandung antioksidan antosianin yang baik untuk kesehatan.
Kandungan gula yang lebih rendah dalam nasi merah juga dapat mengendalikan gula darah.
4. Oatmeal
Serat dalam oatmeal dapat membantu kamu agar kenyang lebih lama, membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, dan juga dapat mengontrol kadar gula darah.
Namun, biasanya kamu memakan oatmeal ditemani oleh makanan lain.
Hal inilah yang harus diperhatikan karena terkadang makanan yang ditambahkan ke dalam oatmeal justru memiliki lebih banyak kalori dan gula dibandingkan oatmeal itu sendiri.
5. Kentang
Bagi yang sedang diet, bisa mengganti nasi dengan kentang.
Kentang memiliki kandungan pati resisten (pati yang tidak dapat tercerna), sehingga bisa membantu dalam menurunkan berat badan.
Kentang merupakan salah satu sumber karbohidrat yang mungkin sudah banyak diketahui.
Namun, jangan menggoreng kentang karena ini akan menambah asupan lemak yang justru menyebabkan kenaikan berat badan.
Kamu bisa memasak kentang dengan cara dikukus atau direbus.
Baca juga: KPU Telah Tetapkan Debat Capres dan Cawapres, Berikut Jadwal dan Tema yang Diangkat
6. Ubi Jalar
Ubi jalar memiliki manfaat kesehatan yang berlimpah.
Satu ubi jalar berukuran sedang mengandung 100 gram kalori, 25 gram karbohidrat sehat, bahkan kadar vitamin A dengan jumlah 6 kali lipat dari kebutuhan harian kamu.
Tak hanya itu, kandungan serat di dalam ubi jalar juga dapat menyehatkan jantung serta membantu menurunkan risiko diabetes karena mengatur pelepasan insulin dan glukosa dalam tubuh.
Jika kamu menderita diabetes, konsumsi ubi jalar dapat membantu mencegah lonjakan gula secara drastis.