✕

In Love Memory Kwik Kian Gie, Indonesia Kehilangan Tokoh Langka

Selasa, 29 Juli 2025 16:38
RIP - Kwik Kian Gie satu kesempatan bersama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, semasa hidupnya. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - In Love Memory: Kwik Kian Gie, Indonesia kehilangan "tokoh langka". Istilah ber-apostrof, berdua tanpa petik, sebutan dari pengusaha Peter F. Gontha dalam obituarinya atas kepulangan ekonom Kwik Kian Gie, yang wafat di usia 90 tahun usai menghembuskan napas terakhir, Senin (28/7/2025) pukul 22.00 WIB usai dua bulan dirawat intensif di RS Medistra Jakarta.

"Selamat Jalan, Kwik Kian Gie. Seorang peranakan, seorang pejuang, seorang ekonom yang lurus," tutur kehilangan Peter, melalui akun media sosialnya Senin malam, mengunggah salah satunya foto saat dia tengah bersiap mewawancarai mendiang di podcastnya “Impact” medio 2003 silam.

"Beliau adalah tokoh langka —berprinsip, tidak gentar mengatakan yang benar, meskipun terhadap pihak atau partai yang mendukungnya. Baginya, kebenaran berdiri di atas kepentingan pribadi atau golongan. Kalau salah, ya dikatakan salah. Kalau benar, didukung sepenuhnya," imbuh Peter.

"Dalam dunia yang sering diliputi kompromi dan kepentingan, Kwik Kian Gie adalah kompas moral —teguh, jujur, dan tanpa bias. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi bangsa Indonesia," tandas pilu dia.

"Terima kasih atas keteladanan, integritas, dan keberanianmu. Istirahatlah dalam damai, Pak Kwik. Bangsa ini berhutang banyak padamu.

Termasuk barisan perdana mewarta lara, mantan capres 2019 dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2019–2024 Dr Sandiaga Salahudin Uno, sebelumnya mengunggah ungkapan dukacitanya.

"Selamat jalan, Pak Kwik Kian Gie. Ekonom, pendidik, nasionalis sejati. Mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Yang berdiri tegak di tengah badai, demi kepentingan rakyat dan negeri. Indonesia berduka," tulis Sandiaga.

Semasa hidup, Kwik yang lahir di Juana, Pati, Jawa Tengah 11 Januari 1935dikenal seorang ekonom cum politisi keturunan Tionghoa, kolumnis tetap Kompas yang rajin mengkritik kebijakan rezim Soeharto akhir 80an-90an, fungsionaris PDI Perjuangan, serta pendiri Institut Bisnis dan Informatika Indonesia.

Kwik pernah menjadi anggota DPR/MPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR dengan masa abdi singkat (1–26 Oktober 1999), ditunjuk Presiden ke-4 Gus Dur sebagai Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri di Kabinet Persatuan Nasional (29 Oktober 1999–23 Agustus 2000), Kepala Bappenas era Presiden ke-5 Megawati pada 21 Agustus 2001–20 Oktober 2004.

Atas kepergian pria peraih tanda kehormatan yakni Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden RI pada 9 Agustus 2005 silam ini, selain Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, keluarga besar kader banteng, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan lainnya.

Seperti terpantau, orang nomor satu di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto juga turut melarungkan belasungkawa. Prabowo bahkan mengunggah ucapan belasungkawa itu melalui fitur Insta Story di akun media sosial Instagram resmi miliknya, Selasa.

“Turut berduka cita atas wafatnya Kwik Kian Gie. 11 Januari 1935-28 Juli 2025,” tulis RI 1, yang turut pula mengirimkan karangan bunga ucapan duka cita bagi mendiang, seperti ikut terjejer di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa siang.

Selamat jalan, "Menteri Keuangan Bayangan", julukan khusus Megawati untukmu. Selamat jalan, Kwik Kian Gie. (Muzzamil)

Berita Terkini