36 Tahun Humanika, Aktivis Sepanjang Masa Tetap Menyala

Jumat, 18 September 2026 22:36
Para aktivis Humanika Lampung saat silaturahmi dengan pendirinya: Bursah Zarnubi. HELO LAMPUNG

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM — Tiga puluh enam tahun (36) telah berlalu sejak Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) menjadi ruang bertemunya gagasan, kepedulian dan semangat perjuangan. Waktu akhirnya membawa para aktivisnya ke berbagai daerah, profesi dan ruang pengabdian.

Namun, ternyata, jarak dan waktu, tidak serta-merta memutus ikatan yang pernah tumbuh sejak tahun 1990. Justru setelah melewati perjalanan panjang, ikatan tersebut terasa semakin kuat ketika sejumlah pengurus dan aktivis Humanika Lampung bertemu dengan salah satu pendiri Humanika, Bursah Zarnubi.

Pertemuan di kediaman Bursah Zarnubi di Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam, menjadi bagian dari rangkaian persiapan Reuni dan Silaturahmi 36 Tahun HUMANIKA yang akan digelar Jumat (18/9/2026) malam di Jakarta.

Pertemuan yang dipimpin senior pengurus Humanika Ahmad Jahri berlangsung hangat, bukan hanya membicarakan persiapan reuni, tetapi juga menjadi ruang untuk membuka kembali lembaran perjalanan Humanika dan mempertemukan ingatan tentang masa ketika para aktivis bergerak dalam satu semangat.

Reuni 36 Tahun Humanika akan dihadiri pengurus dan aktivis dari berbagai provinsi serta sejumlah tokoh nasional. Pertemuan lintas generasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali jejaring yang selama ini tetap terhubung meski para aktivis telah menjalani jalan kehidupan masing-masing.

Bagi Humanika, 36 tahun bukan sekadar angka. Ia adalah perjalanan yang menyimpan cerita tentang persahabatan, dinamika organisasi, gagasan dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan keadilan.

Pendiri Humanika, Bursah Zarnubi, mengatakan perjalanan panjang tersebut seharusnya menjadi energi untuk menjaga nilai-nilai yang sejak awal menjadi fondasi Humanika. 

“Humanika lahir dari semangat kemanusiaan, keadilan dan solidaritas. Setelah 36 tahun, jangan hanya melihatnya sebagai perjalanan masa lalu. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai itu tetap hidup dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Bursah.

Menurut Bursah, perjalanan waktu telah membuat para aktivis Humanika menempuh berbagai jalan pengabdian. “Para aktivis boleh berpencar, berada di daerah dan profesi yang berbeda. Tetapi kita tetap memiliki akar yang sama. Silaturahmi penting untuk menjaga persaudaraan dan membuka ruang bagi hal-hal baik yang bisa kita lakukan bersama,” katanya.

Senada dengan itu, Ahmad Jahri, senior pengurus Humanika sekaligus pimpinan rombongan, mengatakan pertemuan dengan Bursah Zarnubi menjadi bagian dari ikhtiar menyatukan kembali keluarga besar Humanika. 

“Reuni ini bukan sekadar nostalgia. Ini kesempatan untuk mempertemukan kembali para aktivis yang selama ini berpencar, menyambung komunikasi dan memperkuat persaudaraan. Kita ingin 36 tahun Humanika menjadi momentum untuk melihat ke depan,” ujar Ahmad Jahri.

Ia mengatakan Reuni dan Silaturahmi 36 Tahun Humanika mengusung tema “Solidaritas, Sinergi, Kolaborasidengan tagline #AktivisSepanjangMasa.

“Solidaritas adalah fondasi yang menyatukan kita. Sinergi membuat kita mampu bergerak bersama, sedangkan kolaborasi membuka ruang untuk menghasilkan sesuatu yang lebih luas dan bermanfaat. Itulah semangat yang ingin kita bawa,” katanya.

Reuni 36 Tahun Humanika berlangsung Jumat malam (18/9/2026) di Jakarta. Pengurus dan aktivis dari berbagai provinsi dijadwalkan hadir bersama sejumlah tokoh nasional.

Pertemuan itu diharapkan menjadi lebih dari sekadar perayaan usia organisasi. Ia menjadi ruang untuk mempertemukan kembali orang-orang yang pernah berjalan dalam satu barisan, merawat persahabatan yang melampaui jarak dan waktu, sekaligus membuka ruang bagi sinergi lintas generasi.

Sebab, aktivisme tidak selalu berhenti ketika seseorang meninggalkan ruang organisasi. Nilai-nilai yang pernah diperjuangkan dapat terus dibawa dalam perjalanan hidup, dalam profesi, maupun dalam pengabdian kepada masyarakat. Tiga puluh enam tahun telah berlalu. Para aktivis mungkin berpencar, tetapi solidaritas tetap menyala. (***) 

Berita Terkini