Helo Indonesia

Keren, 13 Negara Nyatakan Bersedia Mengembangkan Etnaprana Betawi

Sabtu, 7 Desember 2024 20:45
    Bagikan  
IWTIF 2024
Foto: Heloindonesia

IWTIF 2024 - Ketua Board Etnaprana, Dra. Agnes Lourda Hutagalung, CONFEC, ITEC, CIBTAC, BABTAC, Diplom, Arom, WM, CIDESCO dalam Puncak Acara Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2024 di Orange Grove, Pantai Indah Kapuk 2 pada Jumat (6/12/2024).

HELOINDONESIA.COM - Tradisi dan budaya kesehatan tradisional Indonesia bukan hanya Jawa dan Bali. Tapi masih banyak tradisi wellness yang berasal dari daerah suku lain yang harus dikenalkan ke kancah internasional secara keseluruhan.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata memang memiliki program yang namanya Health Tourism. Tapi itu dinilai PR-nya lumayan banyak dan sulit diwujudkan dalam waktu dekat.

Hal ini diungkapkan Ketua Board Etnaprana, Dra. Agnes Lourda Hutagalung, CONFEC, ITEC, CIBTAC, BABTAC, Diplom, Arom, WM, CIDESCO dalam Puncak Acara Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2024 di Orange Grove, Pantai Indah Kapuk 2 pada Jumat (6/12/2024).

“Tapi kalau bicara Wellness Tourism, PR-nya lebih sedikit. Jadi kita sudah 20 tahun menemu kenali Etnaprana Wellness sampai menyusun SKKNI. Sertifikasi usaha juga semua sudah beres. Sekarang tinggal siap jualan,” papar Lourda.

Baca juga: Menempuh 10.000 Mil, Seluruh Tabungannya Habis Hanya untuk Menyaksikan Derby Marsesyde Ditunda

Karena basisnya di Jakarta, lanjut Lourda, pihaknya bersama tiga asosiasi bidang Spa Wellness yakni IWMA (Indonesia Wellness Master Association), WHEA (Wellness & Healthcare Entrepreneur Association) & IWSPA (Indonesia Wellness Spa Professional Association) ingin Jakarta dikenal sebagai pusat wellness Indonesia, bukan hanya Bali.

Meski demikian, beberapa negara masih saja menanyakan soal destinasi wellness Bali. Sehingga Lourda pun mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menggelar Wellness Tourism di Bali pada 2026 dan 2025 di Lombok.

Owner Gayaspa ini mengatakan, yang namanya wellness itu ada medis dan non medis. “Medis itu membutuhkan produk yang namanya Stem Cell. Pabriknya di Pulogadung Jakarta. Dan yang namanya Stem Cell atau Secretom itu perlu perawatan khusus, proses khusus sebelum masuk ke tubuh manusia. Kita mempunyai kemampuan produksi 100 pasien Stem Cell per hari,” jelasnya.

Sementara yang non medis ada Etnaprana Wellness. Bahkan, saat ini sudah ada 13 negara bersedia untuk mengembangkan  Etnaprana Betawi.

Baca juga: Pevoli Tercantik Dunia Tak Sabar Main di Proliga 2025

Karena itu, pihaknya akan melakukan internasional market. Lourda berharap teman-teman yang lebih muda bisa kolaborasi menjawab permintaan 13 negara yang ingin memamerkan budaya kesehatan dan kebugaran Jakarta atau Betawi di kancah internasional.

13 negara itu di antaranya Belanda, Jerman, Luxemburg, Itali, Portugis, Inggris, Korea Selatan, Australia, Polandia, Turki dan ada tiga negara Arab.

“Di Belgia tanahnya sudah ada. Maunya dibikin rumah kayu Betawi. Nanti orang Belgia, orang Luxemburg itu kan negaranya bersebelahan, mereka tahu bahwa Indonesia bukan hanya Jawa dan Bali. Tapi kita punya yang namanya Wellness Betawi. Ada Tangas, Si Pulen legit namanya, mereka harus tahu,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, pihaknya sudah kebanjiran pesanan untuk 7000 SDM terapis khusus Wellness Betawi yang akan dipekerjakan di 13 negara tersebut.

Baca juga: Sujiwo Tejo Minta Maaf Kepada Netizen, Baru Sadar Gus Miftah Adalah Wali yang Menyamar

“Kita realistis saja. Kemampuan cuma 200 terapis yang sudah bersertifikasi SKKNI. Belakangan malah diminta tambah menjadi 270 terapis, ya sudah kita siapkan permintaan mereka,” ujarnya.

Disinggung kenapa tidak Wellness Batak yang dipamerkan di 13 negara itu, Lourda mengatakan, Batak risetnya paling lengkap. Ada 362 pengobat tradisional yang sudah diungkap oleh Prof Rusmin Tumanggor.

“Tapi kalau Betawi pada saat teknikal manual Pulen Legit ini dirumuskan tinggal sekitar 100 pengobatan tradisional. Jadi enggak seheboh nara sumber Batak,” ujarnya.