Helo Indonesia

Kecantikan Wanita Suku Batak Didorong oleh Unsur Jiwa yang Tenang

Selasa, 22 April 2025 02:43
    Bagikan  
Kusuk Batak
Foto: tangkapan layar

Kusuk Batak - Dengan tenang jiwanya, lanjut Prof Rusmin Tumanggor, tentu akan berproses kepada anatominya. Yaitu kepalanya, lehernya, badannya tangannya, kakinya.

HELOINDONESIA.COM - Dalam kepercayaan suku Batak, dalam jiwa manusia 14 unsur. Keempat belas unsur itu meliputi, pikiran, perasaan, pemahaman, pengenalan, pertimbangan, khayalan, insting beragama, insting kebutuhan biologi, karya cipta, ingin berprestasi, harga diri, kata hati, sosial dan pengambilan keputusan.

"Dari 14 unsur itu diharapkan akan tenang dengan adanya salah satu intervensi dari Kusuk Batak," ujar Prof Dr Rusmin Tumanggor, Guru Besar Antropologi Kesehatan Budaya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (21/4/2025).

Dengan tenang jiwanya, lanjut Prof Rusmin Tumanggor, tentu akan berproses kepada anatominya. Yaitu kepalanya, lehernya, badannya tangannya, kakinya.

Kemudian diharapkan dia akan berubah dan berkembang sehingga nampak kecantikannya sebagai sebuah fisik yang didorong oleh unsur jiwa yang tenang.

Baca juga: Bupati Dendi Kunjungi Korban Bullying Viral di Medsos

Dalam kepercayaan suku Batak, dengan jiwa yang tenang akan menimbulkan rasa percaya diri dan mampu berkreasi sebagaimana yang diharapkan dalam kehidupannya sehari-hari.

Dalam sejarahnya, sambung anggota dari Indonesia Wellness Master Association (IWMA, suku bangsa Batak sudah dikenal sejak 5000 tahun.

Kota Barus yang kini berada di kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu pelabuhan internasional sebagai pusat perdagangan khususnya rempah-rempah berupa kapur barus, kemenyan, pala, cengkeh bahkan sutera.

Dengan demikian, kata Prof Rusmin Tumanggor, suku Batak sudah mengenal berbagai kebudayaan dan peradaban bahasa, komunikasi ekonomi, organisasi sosial spiritual keagamaan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian.

Baca juga: Wali Kota Metro Ikut Macul Bersama Warga Perbaiki Jalan di Rejomulyo

"Lambat laun barulah wilayah lainnya semakin dikenal di tanah Batak sampai dengan kondisi sekarang ini," ujarnya.

Yang menarik, Prof Rusmin Tumanggor juga menyinggung soal marga-marga Batak yang menjadi ciri khas kehidupan sosial suku bangsa Batak.

Diungkapkan, Prof Rusmin Tumanggor, sampai sekarang belum ada penelitiannya yang sangat mendasar yaitu marga-marga di Batak itu.

Apakah memang sudah mulai dikenal sejak 5000 tahun yang lalu atau baru sekitar 3 atau empat abad yang lalu.

Baca juga: 50 Tahun TMII, Fadli Zon Beri Penghargaan Anjungan Daerah Terbaik

"Ini menjadi hal yang menarik untuk diteliti ke depan," tandasnya.

Jadi begitu pentingnya kehidupan dan peringatan kalau kita bandingkan dengan Sumatera Barat dikatakan yaitu udaranya. Mineralnya masuk di situ menjadi bagian dari obat.

"Kalau kita ada filosofi mantra dan jampi atau doa, makrifat pengirim khusus dan penggunaan tumbuhan ramuan lain. Karena ini ungkapan lahir dari dari seorang penyair yang baru Tuhan kalau di Arab yang namanya al-alaq kemudian

"Adalah berakar dari pandangan hidup dari wahdatul wujud," tandasnya.