HELOINDONESIA.COM - Etnaprana Jawa atau tradisi kesehatan dan kecantikan wanita Jawa memiliki filosofi ngadisaliro dan ngadibusono.
"Ini merupakan falsafah perawatan kecantikan yang menyeluruh secara total. Terdiri dari trilogi keanggunan wanita yaitu ngadisaliro, ngadibusono dan tata krama," papar trainer spa wellness Yoyoh Rohmah Tambera dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) pada pekan lalu.
Menurut Yoyoh, kata ngadisaliro dan ngadibusono berasal dari bahasa sansekerta yang artinya mempercantik diri dan memperindah busana.
Namun memiliki falsafah dan sifat-sifat maupun arti yang sangat luas.
"Jadi bukan letterlux ya. Arti ngadisaliro dan ngadibusono itu sangat luas. Ngadisaliro atau saliro adalah badan kita yang ingin dipercantik," paparnya.
Baca juga: Di Balik Senyum yang Hilang: Kisah Pilu Siswi SMAN 9 Bandarlampung
Mengapa harus badan?
Yoyoh menjelaskan, sebab badan kita terdiri dari jiwa dan raga, jasmani dan rohani.
"Maka kecantikan yang sejati hendaknya diusahakan agar meningkatkan secara menyeluruh, memperindah kepribadian dan kecantikan batin atau inner beauty yang berpengaruh besar pada kecantikan fisik kita," terangnya.
Dalam ngadi Saliro, lanjutnya, kecantikan fisik merupakan semboyan bahwa alam merupakan sumber kesehatan dan kecantikan yang mengandung zat-zat berkhasiat tanpa menyebabkan efek samping pada tubuh.
"Jadi pengertian perawatannya ngadisaliro secara fisik adalah kecantikan yang dilakukan baik dari dalam maupun dari luar," imbuhnya.
Baca juga: Izin Galian C di Tunggulsari Brangsong Dinilai Sesuai Regulasi dan Ada Jaminan dari Penambang
Dengan falsafah ini, menurut Yoyoh, setiap wanita dapat menjadi cantik meskipun memiliki kelebihan dan kekurangan.
"Yang penting adalah bagaimana menghayati ilmu ngadisaliro dan ngadibusono yang baik, bukan ngadi-ngadi," tegasnya.
Dikatakan Yoyoh, Etnaprana Jawa memiliki wellness konsep, yakni ratus. Ratus adalah memberikan aroma wangi pada ujung rambut sehingga badan, sampai seluruh badan.
"Untuk rambut menggunakan alat ratus yang dapat yang menjangkau seluruh rambut dan untuk badan menggunakan teknik yang seperti di Tangas pakai kursi yang bolong," terangnya.
Baca juga: Gubernur Minta Mahasiswa Baru USM Rancang Masa Depan dan Persiapkan Diri Jadi Pemimpin
Selain memberi aroma wangi khas, kata Yoyoh, rempah-rempah juga membersihkan badan dan keringat serta yang bisa menyebabkan bau badan.
"Teknik massagenya, terapi pijat khas ini mengambil inspirasi dari tradisi pijat yang sudah berusia 3 abad di kalangan bangsawan Jawa," ungkap Yoyoh.
Menurutnya, teknik ini telah menjadi perawatan utama untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan wanita Jawa.
"Pijat Jawa adalah perawatan koreografi ke seluruh tubuh menggunakan teknik teknik pijat jaringan dalam. Jadi itu kalau istilah-istilah orang kosmetik itu pijatan dalam," tandasnya
