Helo Indonesia

Dari Chairil hingga Sapardi: Katasapa Nyalakan Api Literasi Lewat Juguran Sastra Purbalingga

Selasa, 28 Juli 2026 08:25
    Bagikan  
Dari Chairil hingga Sapardi: Katasapa Nyalakan Api Literasi Lewat Juguran Sastra Purbalingga

Agenda baca puisi oleh para penyair Katasapa Purbalingga dalam Juguran Sastra. Ketua Ketua Katasapa Agustav Triono saat mendedah puisi dalam diskusi

PURBALINGGA, HELOINDONESIA.COM -

"…Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut…."

Bait-bait sunyi dari puisi kesohor karya Chairil Anwar itu mengalun hangat, membelah udara malam di Sanggar Budidoyo, Kembaran Kulon, Purbalingga, Minggu malam 26 Juli 2026.

loro

Diresapi penuh penghayatan oleh Fajar Dwi Apriliani, pecinta puisi asal Kutasari, larik tersebut seolah memanggil kembali kenangan yang berkelindan dengan aura senja. Malam itu, kata tak sekadar dibaca, melainkan dihidupkan kembali.

Baca juga: Milad Ke-51 MUI Jateng: Pacu Ekonomi Syariah, Sertifikasi Halal, hingga Dakwah Digital

Melalui helatan bertajuk Juguran Sastra: Membaca Puisi Indonesia, Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga merayakan Hari Puisi Indonesia dalam sebuah perjumpaan yang karib.

Atmosfer estetik kian terasa saat Ketua Dewan Kesenian Purbalingga, Trisnanto Budidoyo, melangkah untuk menyuarakan bait-bait puisinya sendiri. Bagi Trisnanto, perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pupuk bagi ekosistem sastra yang sedang terus disemai di Tanah Perwira.

Selain Trisnanto Budidoyo dan Fajar Dwi Apriliani, pembacaan puisi juga dilakukan oleh Deka Aepama, Agustav Triono, Wendro Tanjung, Ryan Rachman, Bagus Arifin, Cahyo, dan Ivanda. Mereka membawakan karya-karya penyair Indonesia dan karya sendiri dengan gaya dan interpretasi yang beragam.

Acara tersebut turut dihadiri anggota Katasapa, pengurus Lesbumi, Sanggar Budidoyo, serta para pegiat sastra dan pencinta puisi Purbalingga. Deka Aepama, Humas Katasapa sekaligus pemandu acara, menjelaskan bahwa para peserta membacakan puisi karya penyair-penyair besar Indonesia seperti Chairil Anwar, WS Rendra, dan Sapardi Djoko Damono, di samping karya-karya ciptaan mereka sendiri. Setiap pembacaan puisi diikuti dengan apresiasi dan diskusi singkat sehingga peserta dapat saling berbagi tafsir, pengalaman estetik, dan pandangan terhadap karya yang dibaca.
Agenda Rutin
Ketua Katasapa Purbalingga, Agustav Triono, berharap kegiatan Juguran Sastra dapat berkembang menjadi agenda rutin.
"Kami berharap Juguran Sastra dapat diselenggarakan secara berkala, misalnya setiap bulan atau pada momentum lainnya. Dengan begitu, ruang apresiasi sastra di Purbalingga akan terus hidup, tumbuh, dan melahirkan generasi baru yang mencintai puisi," ujarnya.

Baca juga: Di Bawah Sang Merah Putih, Karakter Generasi Bangsa Terus Diasah di SMAN 01 Batu Putih

Hari Puisi Indonesia kini menjadi tonggak penting dalam perjalanan sastra nasional. Peringatan ini dilaksanakan setiap 26 Juli, bertepatan dengan hari kelahiran penyair Chairil Anwar, sosok yang dikenal sebagai pelopor Angkatan '45 dan tokoh yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan puisi modern Indonesia.

telu

Gagasan penetapan Hari Puisi Indonesia berawal dari Deklarasi Hari Puisi Indonesia yang dibacakan oleh Sutardji Calzoum Bachri pada tahun 2012. Pemerintah secara resmi baru menetapkan 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia pada tahun 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Penetapan tersebut menjadi dorongan agar budaya literasi khususnya puisi terus berkembang. Melalui Juguran Sastra, Katasapa Purbalingga membuktikan bahwa puisi tidak sekadar hadir di teks tapi juga sebagai ruang perjumpaan, percakapan, dan perenungan yang mempertemukan para pecinta puisi. (Aji)