Filosofi Adat Sunda dalam Budaya Kesehatan itu Tentang Jalan Menuju Keutamaan Hidup

Senin, 8 September 2025 18:27
Suasana di sebuah perkampungan adat Sunda. Foto: tangkapan layar

HELOINDONESIA.COM - Dalam etos budaya, kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan tertua di bumi nusantara.

Ada beberapa ajaran dalam budaya Sunda tentang jalan menuju keutamaan hidup.

"Keutamaan hidup itu filosofinya adalah pinter, sembuh, waras, baik sehat dan kuat," ujar Yoyoh Rohmah Tambera, trainer yang menjadi pembicara webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) pada Senin (8/9/2025).

Kebudayaan Sunda, lanjutnya, juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia.

Baca juga: Prabowo Reshuffle 5 Menteri dan Lantik Menteri dan Wakil Kementerian Haji

"Dalam perkembangannya perlu dilestarikan sistem kepercayaan spiritual tradisional Sunda, yakni Sunda wiwitan yang mengajarkan keselarasan hidup," jelas Yoyoh.

Jadi, sambungnya, hubungan kesehatan dalam budaya Sunda dengan alam sudah berlangsung lama.

"Kalau kita sekarang kan bilangnya kan gitu ya padahal sebenarnya dari nenek moyang kita itu sudah melakukannya dengan alam mengajarkan keselarasan itu dengan alam," paparnya.

Di sisi lain, menurut Yoyoh, ada unsur kebahagiaan," tambahnya.

Baca juga: Partinia Parosil Mabsus Resmi Dilantik Sebagai Ketua Mighrul Lampung Bersatu Lampung Barat

Dalam budaya kesehatan Sunda tersebut, terang Yoyoh, kita harus mengenai peusel.

"Jadi dalam adat orang Sunda itu ada peseul, teknik pijat yang sudah turun temurun dilakukan oleh orang-orang Sunda," ujarnya.

Menurutnya, peseul ini berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, mengendurkan ketegangan otot dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Tak hanya itu, sambung Yoyoh, teknik pijatan peseul juga mengadopsi herbal dan rempah asli Tanah Sunda.

Baca juga: Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran

Jadi kalau peseul itu, kata Yoyoh, praktiknya ditimang-timang. Apalagi di Sunda kalau lagunya itu semuanya mendayu-dayu.

"Lagu tersebut seirama dengan teknik memijatnya. Pijatan peseul itu lembut. Beda sama Kusuk Batak yang keras," tandas Yoyoh.

Berita Terkini