HELOINDONESIA.COM -Drama ketidakadilan dalam liga voli putri Korea kembali mencuat, kali ini terkait Megawati Hangestri (Mega) dan Giovanna Milana (Gia). Keputusan KOVO dan perlakuan Red Sparks terhadap keduanya menjadi sorotan publik.
Kritik bermunculan setelah KOVO tidak memasukkan Megawati dalam daftar pemain terbaik (Best 7) V-League 2024–2025 di posisi opposite. Keputusan ini memicu perdebatan di media sosial dan forum Korea Selatan, terutama di kalangan penggemar.
Ironisnya, Megawati yang membawa Red Sparks meraih 13 kemenangan beruntun, menyabet dua gelar MVP, dan mengantar timnya ke final, justru tersisih. Sebaliknya, Gyselle Silva dari GS Caltex—tim yang menelan 14 kekalahan beruntun—justru masuk Best 7.
Situasi makin panas setelah mantan rekan setim Megawati, Giovanna Milana, mengungkapkan masalah internal di Red Sparks. Dalam unggahan Instagram-nya yang kemudian dihapus, Gia menulis:
“Para pemain diperlakukan seperti aset, bukan sebagai manusia.”
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari warganet Indonesia yang merasa kecewa terhadap perlakuan terhadap Megawati. Mereka membanjiri akun media sosial KOVO dan Red Sparks dengan ribuan komentar protes.
Kondisi ini menandakan bahwa ketidakhadiran Megawati dari V-League musim depan akan meninggalkan kesan mendalam, baik di lapangan maupun di hati para penggemarnya.***
