SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - PSIS Semarang akan berjuang mati-matian menghadapi PSM Makassar di pekan ke-31 dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 2023/204 di Stadion Batakan Balikpapan, Kaltim, Selasa malam ini 16 April 2024.
Duel klasik ini diprediksi bakal berjalan ketat mengingat keduanya mengemban misi meraih angka demi meningkatkan posisi klub di klasemen akhir Liga 1.
Bagi tim Mahesa Jenar--julukan PSIS Semarang-- tambahan tiga poin akan sangat penting untuk membantu menembus empat besar. Saat ini PSIS masih berada di urutan kelima klasemen dengan nilai 47, dan masih menyisakan empat laga sisa.
Baca juga: 29 Remaja di Magelang Diamankan Polisi karena Pesta Miras di Acara Halalbihalal, 50 Liter Ciu Disita
Andai saja tim kebanggaan Kota Semarang itu mampu bertahan di empat besar, maka bisa lolos ke tahap berikutnya, yaitu Championship Series yang dijadwalkan 4-26 Mei 2024. Seri Championship adalah menentukan juara bagi empat besar tim Liga 1 dengan sistem laga kandang dan tandang.
Usai melawan PSM, PSIS selanjutnya masih akan menghadapi Rans Nusantara FC, Persikabo 1973, dan Persija Jakarta.
Pelatih Kepala PSIS Semarang Gilbert Agius mengaku timnya sudah siap untuk laga ini, kendati PSIS sebetulnya datang dalam situasi pincang. Pasalnya, sejumlah pemain harus absen.
Kiper utama PSIS, Adi Satryo sedang bersama Timnas Indonesia di Piala Asia U-23 Qatar, kemudian gelandang bertahan Alfeandra Dewangga absen karena masih pemulihan pasca operasi.
Absennya dua nama tersebut jelas menjadi kerugian tersendiri bagi PSIS, sebab musim ini jasa kedua pemain tersebut sangat berperan penting dalam kesuksesan PSIS bersaing di papan atas.
"Persiapan kita cukup singkat karena awalnya kompetisi dihentikan lalu ada keputusan mendadak kompetisi akan segera dilanjutkan. Tapi sekarang kami sudah kembali, kami sudah siapkan untuk laga besok," ujar pelatih PSIS Gilbert Agius jelang pertandingan, Senin 15 April 2024.
Disinggung soal calon lawan, Gilbert mengatakan PSM tim wajib diwaspadai.
"Ini laga penun tantangan karena mereka juara bertahan musim lalu. Mereka mengandalkan bola direct. Pemain mereka sangat berbahaya dari segi counter attack, kemudian pemain-pemain mereka punya kemampuan dalam mengeksekusi bola servis," tandas Agius. (Aji)