HELOINDONESIA.COM - Manchester City memenangkan laga big match melawan Manchester United di Stadion Wembley Lond0n, Sabtu malam. Dengan kemenangan ini Manchester City sekaligus merebut trofi Piala FA tahun ini.
Adalah Ilkay Gündogan pahlawannya. Gundogan mencetak brace, dan sekaligus membuat gol tercepat pada detik ke-13 laga baru dimulai. Gundogan melakukan satu tendangan voli yang luar biasa, dalam waktu 13 detik, bola melayang ke gawang Manchester United untuk menjadikannya pencetak gol tercepat di final Piala FA. Skor langsung 1-0.
Gundogan kemudian membuat gol lagi di awal babak kedua. Gelandang Manchester City kembali menempatkan dirinya di tepi kotak penalti United, Kevin De Bruyne melepaskan tendangan bebas ke dalam lingkup pengaruhnya. Gol menit 51, skor 2-1, setelah sebelumnya Manchester United mencetak gol lewat Bruno Fernandes.
United menyamakan kedudukan pada saat itu berkat penalti Bruno Fernandes – menyusul keputusan handball nyata melawan Jack Grealish pada setengah jam.
Baca juga: Media Asing Sebut Hubungan Megawati dan Jokowi Memburuk Dipicu Soal Capres-Cawapres
Man City mendekati treble saat aksi heroik Ilkay Gundogan mengantarkan Piala FA - 5 poin pembicaraan
Ilkay Gundogan adalah bintang pertandingan di Wembley saat juara Premier League mengklaim Piala FA untuk membuat mereka selangkah lagi dari treble
Dengan hasil ini Manchester City mencapai kejayaan Piala FA untuk mendekatkan diri mereka ke treble, setelah sebelumnya merauh juara Liga Premier Inggris.
Manchester United adalah lawan yang layak di Wembley tetapi akhirnya disingkirkan oleh tetangga mereka, yang berterima kasih kepada Ilkay Gundogan atas kemenangan mereka setelah pemain Jerman itu mencetak kedua gol mereka, satu di setiap babak, untuk mencuri perhatian.
Manchester City menemukan diri mereka unggul dalam hitungan detik ketika Gundogan melakukan tendangan voli. Tetapi mereka tidak dapat meningkatkan keunggulan hingga babak pertama usai.
Sebab, VAR memungkinkan Manchester United kembali ke pertandingan setelah menghukum Jack Grealish karena handball, yang memberi Bruno Fernandes kesempatan untuk menyamakan kedudukan, skor menjadi 1-1.
Dengan permainan yang seimbang dan Manchester United sangat mengincar kemenangan, malah Gundogan kembali melangkah saat tendangan volinya menaklukkan David de Gea.
Pelatih Erik ten Hag terus menekan dengan Alejandro Garnacho terbukti menjadi kawat hidup setelah pengenalannya saat membentur tiang pada waktu tambahan.
Baca juga: PAN Akan Sambangi Gerindra Senin, Bahas Peluang Koalisi
Namun pada kesempatan ini Pep Guardiola yang akhirnya menjadi pelatih pemenang. Angan untuk mencapai treble (tiga gelar) rasanya sudah di depan mata, karena Manchester Citu punya laganfinal Piala Champions di Istanbul, Turki, menghadapai Inter Milan. Selamat Man City. (*)
(Winoto ANung)