SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Nama pemain putri Avara Kayana Irawan mencuri perhatian pada pada Kompetisi Sepakbola MilkLife Soccer Challenge(MLSC) Semarang Seri 2 sebagai top scorer dengan 19 golnya pada Kelompok U-12.
Siapa sangka ini, di MLSC Seri 2 di Semarang merupakan debutnya tampil di pertandingan.
Pertandingan sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation ini diikuti oleh 67 tim di KU-12 dan 43 tim KU 10. Atau total 110 tim, dengan 1.320 pemain dalam kompetisi yang digelar di Stadion Undip, Tembalang, 19 - 22 Desember 2024.
Baca juga: PSIS Semarang Jamu Malut United, Gilibert: Fokus Menang!
Kayana, demikian siswi SDN Karanganyar Gunung 02 Kota Semarang disapa mengaku sangat menyukai sepakbola dari kelas empat SD. Dia sangat gembira, meskipun baru pertama kali mengikuti turnamen ini, namun berkat latihan kerasnya, dirinya mampu membobol gawang lawan hingga 19 kali.
Menurut pelajar kelahiran 30 Juni 2012 ini, dunia sepakbola dikenalkan oleh Dedi Irawan, sang ayah, serta diajak teman-teman sekolah. Persiapan pada turnamen ini hanya empat bulan dengan berlatih keras.
"Diperkenalkan sepakbola oleh orangtua pada kelas empat SD. Sepak bola, ternyata seru banget. Dari olahraga ini, jika besar nanti, saya menggantungkan cita-cita ingin bermain dan membela di Timnas Indonesia. Saya ingin seperti idola saya Kak Reva Oktiavi yang tampil di Timnas putri, " kata Kayana, Sabtu 21 Desember 2024.
Sedangkan Asisten Pelatih Kepala MLSC, Asep Sunarya mengatakan, antusiasme tim sangat luar biasa. Selain antusias tim permainan dan skill pemain lebih bagus dibanding seri pertama. Asep mengharapkan, regional Semarang ini dapat menjadi yang terbaik pada saat di Kudus nanti.
"Dari pantauan di reguler Semarang ini permainan dan skill pemain ada peningkatan. Jadi kita membentuk pondasi dari usia dini dan selanjutnya saat usia 15 - 16 dapat terbentuk dengan baik," kata Asep.
Menurut Asep, membentuk karakter dan skill tidaklah mudah untuk pemain putri ini. Namun skill telah diimbangi di sekolahnya masing-masing dan dapat dukungan dari guru maupun orang tua menjadikan pemainnya dapat berkembang dengan baik.
"Pastinya ada kesulitan membentuk pemain putri,namun dengan motivasi yang diberikan di sekolah masing masing dan orang tua, membuat pemain dapat tumbuh dengan baik," imbuh Asep.
Asep mengharapkan reguler kota Semarang dapat memberikan kontribusi dan persaingan pada final di Kudus nantinya. (Aji)