HELOINDONESIA.COM -Pelatih Daejeon KGC Ginseng Corporation Red Sparks, Ko Hee-jin, memuji pemain Megawati Hangestri Pertiwi setelah timnya mengalahkan Suwon Hyundai Engineering & Construction Hillstate dalam pertandingan tandang dengan skor 3-2 pada 22 Januari di Suwon Indoor Gymnasium.
dengan skor set 3-2 (21-25 29-27 23-25 25-18 15-13)
Yang krusial dan hampir mustahil adalah pada set kedua dimana Red Sparks ketinggalan 24-19, namun Red Sparks berhasil mengejar hingga deuce 24-24, dan deuce ini berlangsung terus menerus dan membuat penggemar hampir pingsan, dan Red Sparks membalikkan cerita menjadi 27-29.
Dalam wawancara dikutip.dari Naver, Ko Hee Jin menyebut Mega sebagai "pemain luar biasa" yang memimpin kemenangan tim.
Mega tampil gemilang dengan mencetak 38 poin, termasuk 10 serangan balik, 1 blok, dan 2 servis ace. Di set kelima, ia sendirian menyumbang 10 poin. Ko menyebut Mega sebagai pemain yang penuh tanggung jawab dan memiliki tekad kuat untuk selalu memberikan yang terbaik.
Ko juga mengungkapkan bahwa penggemar Indonesia memberikan bunga Edelweiss, Ko bingung tidak mengerti kemudian bertanya."Apa arti bunga ini bagi tim kami, mereka menjawab "kekuatan"." terangnya.
IKo Hee Jin memuji semangat juang Mega sebagai "pejuang wanita tangguh." Mengenai pemilihan Mega sebagai draft ketiga pada Asian Quarter 2023, Go menyebutnya sebagai salah satu keputusan paling beruntung dalam hidupnya.
Saat pertandingan, Go sempat memeluk Mega dan dengan gembira berkata, "Apa yang tidak bisa ia lakukan?" Namun, ia juga menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim, terutama membalikkan keadaan di set kedua yang menjadi momen kunci.
Pelatih Suwon Hyundai, Kang Sung-hyung, mengakui kekalahan dan menyebut set kedua sebagai titik krusial. Ia memuji kemampuan "one-two punch" lawan, tetapi juga menyoroti kelemahan timnya di sisi sayap yang membuat mereka kesulitan.
Kang menyebut timnya telah berusaha maksimal meski menghadapi tekanan berat,tanpa menyalahkan timnya. Ia juga menyoroti upaya pertahanan mereka terhadap Mega, tetapi mengakui bahwa serangan Mega sulit dihentikan.
Di akhir, ia menyayangkan beban fisik yang memengaruhi performa pemain bintangnya, MoMA. "MoMa sangat kuat, namun di akhir pertengahan set tampak mulai melemah." pungkasnya.***