LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----Salam Olahraga! Dari jagat bundar, cabang olah raga terfamiliar 8 miliar umat planet Bumi: sepak bola, tak lama lagi klub Liga Super Indonesia atau Liga 1: Bhayangkara Presisi Lampung Football Club yang resmi bermarkas di Lampung, diresmikan pula peluncurannya berikut perkenalan pemain di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Bandarlampung, bada Magrib, Senin (28/7/2025) mendatang.
Bhayangkara Presisi Lampung FC, klub bola profesional dirian 1999 bernama Persikubar, klub milik badan usaha Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, berjuluk The Guardians.
Kini pada musim laga 2025–2026 berbasis di Stadion Sumpah Pemuda Bandarlampung yang telah disulap dengan dana non APBD Lampung berkat tangan dingin sedikitnya dua nama: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Ketua Asprov PSSI Lampung Yoga Swara; berkapasitas 15 ribu penonton dan siap pakai. Plus, lolos risk assesment.
Tak kenal maka tak cinta, yuk kulik leliku klub yang suka tak suka, faktanya tercatat sebagai klub pemecah rekor berganti nama terbanyak di Indonesia sejak didirikannya: 9 kali ini.
Berdiri 1999 dengan 'nama akte' Persatuan Sepakbola Kutai Barat (Persikubar), syahdan 11 tahun kemudian ganti menjadi Persebaya DU pada 2010, lima tahun berselang berganti jadi Persebaya United sejak 22 Agustus 2015 bertahan satu bulan ganti menjadi Bonek FC sejak 26 September 2015; idem satu bulan lalu ganti jadi Surabaya United, 25 Oktober 2015.
Bertahan hingga 13 April 2016 saat ganti nama menjadi Bhayangkara Surabaya United hingga 8 September 2016 saat lelagi berganti menjadi Bhayangkara FC. Tujuh warsa berlalu, publik bola bundar lalu mengenalnya: Bhayangkara Presisi Indonesia FC sejak 2023.
Dan, melalui sebuah momen konferensi pers heroik bersejarah di satu sudut "Jekardah", sebutan kebule-bulean untuk Kota Jakarta, ditingkahi nyaring bebunyian hati "Priiittt..!" saat taklimat bersama manajemen klub dan Pemprov Lampung resmi meniupkan peluit pertama Bhayangkara Presisi Lampung FC hadir bermarkas di Lampung, berkat 'tangan dingin' Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
"Senang sekali hari ini, sangat bangga Bhayangkara Presisi FC resmi berlabuh, berkandang di Provinsi Lampung, Sang Bumi Ruwa Jurai. Ini adalah kesempatan emas bagi anak-anak muda Lampung. Mereka tidak perlu lagi keluar dari kampung halamannya untuk mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola profesional. Sekarang panggung itu hadir di depan mata mereka," impresi Gubernur Mirza, jumpa pers 22 April 2025 lalu itu. Hari lahir Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Sejarah tak pernah abu-abu, Bhayangkara FC disebut merupakan produk sampingan konflik intern satu klub tertua, Persebaya Surabaya.
Kala puncak konflik 2010, 'faksi pemberontak' mengakuisisi Persikubar, klub tingkat kedua, menyusul keputusan faksi utama menarik Persebaya keluar dari Liga Super Indonesia (ISL) dan mendaftarkannya untuk musim perdana Liga Primer Indonesia (IPL). Saat itu, dari 39 klub Divisi Utama musim 2010–2011, klub ini berada posisi ke-5 di Grup 3.
Faksi lalu mengganti nama Persikubar menjadi Persebaya, memindahkan basisnya boyong ke Surabaya hingga miliki perwakilan di ISL musim 2011 walau di tingkat kedua. Di musim 2011–2012 idem klub Divisi, klub menyeruduk 8 besar.
Lantas, kala Persebaya DU sukses promosi ke kasta teratas ISL (juarai klasemen 38 klub Divisi Utama 2013), menyusul tembus 8 besar klasemen 22 klub LSI 2014, soal penamaan ini menjadi sengketa hukum sebab 'Persebaya yang lain', laga di kasta teratas IPL.
Tak ayal, bukan patgulipat murni siasat, dalam setahun Agustus 2015-September 2016, klub tercatat sampai harus empat kali ganti nama demi hindari tuntutan hukum berbagai pihak, termasuk suporter militan Persebaya: Bonek. Saat itu kompetisi 18 klub LSI 2015 dihentikan.
Ditengah-tengahnya: April 2016 kala bernama Surabaya United, gabung dengan klub amatir Polri: PS Polri, demi beroleh dukungan hukum dan bentuk Bhayangkara Surabaya United.
Alias Bhayangkara SU, dilaunching 24 April 2016 dengan laga kandang perdana Stadion Gelora Delta Sidoarjo di ajang Trofeo Kapolda Jatim, undang Deltras Sidoarjo dan Madura United FC ramaikannya, Bhayangkara juara usai menekuk Deltras 4-0.
Sekali lagi terpaut dengan "murni siasat" tadi, selain di Gelora Delta, Bhayangkara SU juga gunakan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sebagai alternatif. Agaknya, sebagai tempat saat Gelora Delta dipakai Deltras Sidoarjo.
Enam purnama berproses, ulam pun tiba. Polri resmi jadi operator utama klub terhitung per 10 September 2016. Usai menimbang matang landasan historis landasan filosofis, nama klub berganti menjadi Bhayangkara FC.
Nama, selain identik dengan nama rumah sakit milik Polri misal, julukan bagi polisi RI, dari nama sebutan para pengawal Kerajaan Majapahit lampau. Di laga 18 klub ISC A 2016, Bhayangkara urutan ke-7.
Liga 1 2017, Bhayangkara FC bermarkas di? Stadion Patriot, Bekasi. Bersama Persija Jakarta. Dengan 18 klub laga, suksesnya juarai Liga 1 2017 melalui keputusan head-to-head, menjadi debut nasional mendebarkan klub ini.
Kendati kemudian dianggap kontroversial oleh par pecinta sepakbola di Tanah Air yang lebih menyukai runner-up Bali United yang telah mengumpulkan jumlah poin yang sama. Meski prosedur itu sah, para penggemar menilai Bhayangkara sebagai "klub siluman" tanpa dukungan rakyat, sementara Bali United dinilai telah merebut hati rakyat di Bali.
Apa lacur pil pahit sementara waktu terpaksa ditelan, meski juara, Bhayangkara FC gagal berlaga di Liga Champions AFC 2018, yang posisinya ditempati Bali United. Musim 2018 ini mereka bermarkas di Stadion PTIK Jakarta.
Dasar mental juara, usai juarai musim laga 2017, Bhayangkara FC tercatat tiga musim berturut-turut berhasil pula bertengger di posisi lima besar klasemen liga. Liga 1 2018,
dari total 18 klub laga, Bhayangkara juara 3. Berulang sama persis, di Liga 1 2019 dan di musim 2021–2022.
Lho, 2020? Pandemi. Liga 1 dihentikan atau tepatnya diliburkan. Tepat 27 November 2020, klub terpaksa pindah markas dari Jakarta yang komunitas suporternya kadung loyal melekat di hati turun temurun "cinta mati pokoknya dah!" dengan klub Persija. Ke Kota Surakarta. Stadion Manahan.
Asal tahu saja, di kota tua kota budaya ini, klub ini nyaris ganti nama jadi Bhayangkara Solo, lho. Nun kemudian dibatalkan. Musim 2022–2023, saat markas pindah ke Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi, raihan klub bikin "tekanjat" pilu. Terdegradasi posisi ke-7.
Selama musim 2023–2024, masih dengan total klub dan liga yang sama, Bhayangkara FC didera penurunan performa lapangan hijau. 16 laga berakhir tanpa kemenangan. Sadar situasi, klub lalu memaksakan diri ambil keputusan berani ditengah situasi "syulit" ini.
Apa itu? Bhayangkara FC tercatat kemudian lakukan transfer pemain besar-besaran, pun didalamnya rekrut eks pemain Timnas Belgia eks pacar Aura Kasih, Radja Nainggolan. Tapi langkah berani misi penyelamatan ini tak cukup mendukung.
Bhayangkara FC gagal di pekan 32, sebagai saingan lolos degradasi Persita Tangerang imbang 1-1 lawan Persik Kediri. Pun nasib kian ditentukan usai kalah 1-2 lawan Bali United. Walhasil, Bhayangkara posisi ke-17 dari 18 klub. Langit pun mendung.
Situasi berubah berkebalikan, usai diketahui, bak bunyi alenia Preambule Konstitusi: atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur, Bhayangkara FC melesat rebound.
Dari 26 klub seri reguler Liga 2 2024–2025: memuncaki klasemen Grup 2, melaju ke babak promosi, amankan posisi puncak Grup Y, lolos ke final Liga 2 dan tiket promosi kembali ke Liga 1 usai imbang tanpa gol lawan Persijap Jepara laga Grup Y 8 besar Liga 2 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara 12 Februari 2025. Bhayangkara kantongi 9 poin dari 5 laga.
Bicara rekor, terdegradasi sudah. Peringkat ketiga, kedua dan juara lalu promosi, juga sudah. Dirangkumkan ada 6 capaian puncak Bhayangkara FC: juara 1 Divisi Utama Liga Indonesia 2013 (era tingkat kedua) dan juara 2 Piala Gubernur Jatim 2013, juara 1 Trofeo Kapolda Jatim 2016, juara 1 Liga 2017, juara 2 Liga 2 2024–2025.
Dan satu torehan manca, juara 1 turnamen persahabatan, turnamen pramusim dihelat di Kamboja, Siem Reap Cup 2020 dikenal Siem Reap Super Asia Cup 2020. Bhayangkara FC menekuk Petaling Jaya City FC Malaysia di final skor tipis 1-0 berkat gol tunggal Renan da Silva, SRU Stadium 26 Januari 2020.
Goes to: Klasemen Liga 1 2025–2026
Bila sebelumnya saat Bhayangkara terakhir di Liga 2 sabet runner-up musim 2024–2025 usai ditekuk PSIM Yogyakarta 2-1 lewat babak extra time laga final di Stadion Manahan Solo 26 Februari lalu, publik mengenal pelatihnya: Hanim Sugiarto, dan manajer klubnya: Arief Kurniawan.
Kini di Liga 1 2024–2025, Kepala Korlantas Polri selaku ex officio direktur utama klub (per 31 Januari 2025 dijabat lulusan Akpol 1991, Irjenpol Agus Suryonugroho); dibantu Kombes Sumardji sebagai Chief Operation Officer (COO) klub, dan pelatih baru 'wajah lama', pelatih kepala Paul Munster.
Paul sebelumnya menangani Persebaya, Liga 1 2024–2025. Kontraknya tak diperpanjang meski sukses membawa Persebaya ke posisi keempat klasemen akhir Liga.
Untuk skuad pemain saat ini per 12 Juli 2025:
1. Aqil Savik, goal keeper (GK) atau penjaga gawang, nomor punggung (nopu) 1.
2. Putu Gede, defender (DF) atau bek, nopu 2.
3. Léo Silva (Brazil), DF atau bek, nopu 3.
4. Muhammad Ragil, forwarder (FW) atau penyerang, nopu 7.
5. Ilija Spasojević (satu-satunya pemain naturalisasi asal Montenegro), FW atau penyerang, nopu 9.
6. Nopu 10, FW/penyerang, Dendy Sulistyawan (sekaligus kapten).
7. Nopu 12, GK/penjaga gawang, Awan Setho (sekaligus wakil kapten).
8. Nopu 13, DF/bek, Bayu Fiqri.
9. Nopu 17, FW/penyerang, Raheem Nugraha.
10. Nopu 19, Midfielder (MF) atau gelandang, Teuku Ichsan.
11. Sani Rizki, MF atau gelandang, nopu 20.
12. Ali Koroy, FW atau penyerang, nopu 21.
13. Ginanjar Wahyu, FW/penyerang, nopu 22.
14. Wahyu Subo Seto, MF/gelandang, nopu 23.
15. Iqbal Septian, penjaga gawang, nopu 24.
16. Ferre Murari, DF/bek, nopu 26.
17. Arif Satria, DF/bek, nopu 28.
18. Reza Kusuma, MF/gelandang, nopu 29.
19. Ruben Asoka, DF/bek, nopu 30.
20. Frengky Missa, DF/bek, nopu 58.
21. Nopu 66, MF/gelandang, David Maulana.
22. Nopu 80, MF/gelandang, Reinhart Irawan.
23. Nopu 81, FW/penyerang, Mufdi Iskandar.
24. Nopu 88, DF/bek, Alsan Sanda.
25. Nopu 91, FW/penyerang, asal Afghanistan, Fareed Sadat.
Berikut, nopu belum diketahui, masing-masing Ardi Idrus, Firza Andika, Muhammad Ferarri, Nehar Sadiki asal Makedonia atau Makedonia Utara (Eropa Selatan), Slavko Damjanović asal Montenegro (seluruhnya di posisi DF/bek).
Lalu, Andrés Nieto asal Kamboja, Christian Ilić asal Kroasia, dan Moisés Gaúcho asal Brasil (ketiganya MF/gelandang); serta Ryan Kurnia, Shanyder Borgelin asal Haiti, Stjepan Plazonja asal Kroasia (ketiganya FW/gelandang).
Merujuk bursa pemain, dari 9 pemain asing, Christian Ilić bertarif termahal Rp6,95 miliar, diikuti pemain termuda 23 tahun Shanyder Rp5,21 miliar, Slavko Rp4,35 miliar, Andrés dan Moisés idem Rp3,48 miliar, Léo dan Stjepan Rp3,04 miliar, Fareed Rp2,61 miliar, dan Nehar Rp1,74 miliar.
Adapun, selain Direktur Utama Irjenpol Agus Suryonugroho, komposisi ofisial keseluruhan terdiri dari Direktur Teknik, Gomes de Oliveira (asal Brasil), Manajer Tim Arief Kurniawan, dan Pelatih Kepala, Paul Munster (asal Irlandia Utara Inggris Raya); serta dua Asisten Pelatih: Agus Indra Kurniawan dan yang diboyong Paul dari Persebaya, Mustaqim.
Lalu, tiga Pelatih Fisik yakni Robson Gomes (asal Brasil), Jamie Steel (asal Swedia), Dimas Agung Prasetyawan; dua Pelatih Penjaga Gawang yakni yang turut diboyong Paul dan sebelumnya di Persib, Luizinho Passos (asal Brasil) dan Ferdiansyah.
Berikut, Analis Regi Yonathan, Dokter Tim Septia Mandala, dua Fisioterapis yakni Fahmi Fahriza dan Ilham Setyo Putra, dua Tukang Pijat yakni Muhammad Toha dan Syefrina Salsabila; Petugas Media yakni Angga Bratama Putra, dan Kitman Taufik Usup.
Khusus coach, selain coach tenar asal Metro, Lampung, Rahmad Darmawan yang pernah melatih Bhayangkara 11 tahun silam, Coach Paul Munster tercatat merupakan pelatih kepala ke-10 dan kini ke-17 dalam sejarah Bhayangkara FC merumput (ditarik terhitung) per 2010 (saat Persebaya DU)–sekarang.
Dari coach pertama Suwandi HS 2010–2011, Subangkit 2011–2012, Freddy Mulli 2011–2012, Yusuf Ekodono (2012), Miroslav Janu, Tony Ho (2013), Rahmad Darmawan 2014, Ibnu Grahan 2015–2016, Simon McMenemy 2017–2018, Paul Munster 2019–2022, Agus Sugeng, Widodo C. Putro (2023), Mario Gómez 2023–2024, Emral Abus, Gomes de Oliveira (2024) dan Hanim Sugiarto 2024–2025.
"Paul Munster ini sudah mengenal pemain Bhayangkara FC. Dia juga sudah bergabung dengan kami cukup lama. Lagi pula, dia juga tidak punya klub," ujar COO Bhayangkara FC Sumardji menjawab BolaSport seperti dikutip.
Diketahui Sumardji juga Manajer Timnas Indonesia. Dia wakili PSSI drawing ronde ke-4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia belum lama ini. Timnas Merah Putih Grup B bareng Irak, Arab Saudi.
Satu lagi, bicara sepak bola bicara industri, kurun linimasa yang sama, sedikitnya terdapat 8 jenama industri pernah jadi mitra korporat penyedia perlengkapan pemain, staf, ofisial Bhayangkara.
Yakni Nike pada 2010–2011, Vilour 2011–2012 dan 2017, Warrior 2012–2013, SPECS 2014 dan 2020, Mitre 2015, Vision Superior (SU) 2016, Umbro 2018, Lotto 2019, Mills 2021–2025. Kedepan, belum diketahui.
Pada musim klasemen Liga 1 2025–2026 ini, Bhayangkara Presisi Lampung FC di posisi ketiga, segrup klub posisi pertama: Arema sebagai kualifikasi untuk babak kualifikasi Liga Champions Dua AFC 2026–2027; klub posisi kedua: Bali United sebagai kualifikasi untuk babak kualifikasi Liga Challenge AFC 2026–2027; posisi ke-4: Borneo Samarinda dan klub posisi ke-5: Dewa United Banten.
Sumber Liga Super 2025–2026 mengafirmasi tiupan peluit wasit dan pertandingan pertama liga akan dimainkan pada 8 Agustus 2025.
Penentuan peringkat, 8 kriteria terdapat: Poin; Poin head-to-head; Selisih gol head-to-head; Gol yang dicetak head-to-head; Selisih gol; Gol yang dicetak; Poin fair-play; dan Undian.
Terkait agenda 28 Juli 2025, seperti warta poster digitalnya yang seliweran di media sosial dan jejaring perpesanan singkat, sebut agenda ini bertajuk Bhayangkara Lampung Pride: Launching Team, Jersey, Stadion, Supporter, dan Pengenalan Squad Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Info tentatifnya, selain bakal dihadiri orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang akan boyong sedikitnya 13 Kapolda didampingi Kakorlantas Polri selaku Direktur Utama dan jajaran manajemen klub, launching akan diramaikan grup duo Jono Joni.
Tak kurang dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Sekprov Marindo Kurniawan, Kadispora Meiry Harikasari, Kadiskominfotik Ganjar Jationo, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar dan unsur Forkopimda Plus Lampung, Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat, Ketua Asprov PSSI Lampung Eddy Samsu juga Waka Yoga Swara serta jajaran, dan lainnya dipastikan hadir.
Ihwal jersey, sedikit bocoran Yoga, nantinya jersey The Guardians turut disisipi motif unik wastra khas etnik Lampung: Tapis. Junjung kearifan lokal.
Ihwal suporter, demi mendengar Gubernur Mirza melobi intensif agar klub ini bermarkas di Lampung, tanpa gedebag-gedebug, tak tunggu lama, sekelompok pehobi main, laga, nonton, komen pertandingan bola Lampung asal tiga komunitas: Balafans, Blaster Saburai, dan Lampung Sakti; sukacita sadar sukarela, menghimpun diri melebur bentuk komunitas Lampung Bhayangkara Suporter (ElBhara).
ElBhara berdiri 16 April 2025 diketuai Sony Ashadel, tercatat sebagai komunitas suporter resmi Bhayangkara Presisi Lampung FC pertama di Indonesia.
ElBhara jalankan program rekrutmen, Kartu Tanda Anggota (KTA)-nisasi, nobar rutin, edukasi safety riding, hingga pengupayaan program khusus diskon tiket pertandingan.
Getok tularnya bergegas mengular ke daerah lain. Misal resmi hadirnya ElBhara Kalimantan Selatan (Kalsel) lewat Apel Pembentukan dan Edukasi Keselamatan Berkendara (Safety Riding) di Mapolda Kalsel, 17 Mei 2025. Selain Kapolda Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, istimewa hadir, Kakorlantas Polri cum CEO Bhayangkara, Irjen Agus Suryonugroho.
Di depan pengurus dan 2000an anggota aktif asal 13 kabupaten/kota, Agus bilang, ElBhara tak cuma hadir demi dukung tim kebanggaan, namun juga bawa misi sosial terutama soal kampanye keselamatan di jalan raya.
“Kami ingin ElBhara bukan hanya fanatik di stadion, tapi juga jadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Inilah yang membedakan ElBhara dengan komunitas suporter lainnya,” wanti Agus, ditambahkan Kapolda Rosyanto, kehadiran Elbhara bisa jadi contoh positif masyarakat khususnya genre muda dukung klub bola tanpa kekerasan dan langgar hukum, menolak tindakan anarkis, jadikan stadion ruang yang aman menyenangkan.
Menyusul, komunitas senada lainnya yang kedua, dideklarasikan di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Bandarlampung bertepatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2025 lalu dengan nama mula SIKAMBHARA Lampung lantas berganti menjadi SIKAMBARA Lampung.
Ditandai penandatanganan dukungan kepada BPL FC saat deklarasi, gadang semboyan "Bersama Dalam Apapun" dan baris tera (tagline) Menuju Lampung Juara, SIKAMBARA Lampung bertekad ingin serta menciptakan ekosistem dan suporter sepak bola sehat, sportif, dan membanggakan di Lampung.
SIKAMBARA Lampung dimotori dua tokoh gila bola, pemrakarsa pendiri komunitas yang selain ber-basecamp di Jl Zainal Abidin Pagar Alam (sisi kampus Umitra Indonesia) Gedong Meneng, Rajabasa, juga punya sekret di los Gedung C sisi Lapangan PKOR Way Halim, Bandarlampung ini.
Yakni, pengusaha top kuliner naik daun: bos RM Minang Indah Grup, RM Embun Pagi Raya Grup, RM Dua Sahabat Labuhanratu dan Waroeng Bude Fina Bandarlampung; juga Wakil Ketua Komunitas Pajero Indonesia One (PiOne) Chapter Krakatau, pengurus Pengda TP Sriwijaya Lampung, dan Wakil Bendahara DPP APINDO Lampung: Junaedi, sekaligus duduk jadi Pembina dan Ketua.
Serta aktivis 1998, kini pengusaha MLM, juru siniar Monologis TV, dan pengurus Bidang Media dan Publikasi DPP APINDO Lampung: Dedi Rohman cum Sekretaris dan Juru Bicara.
Sefrekuensi ElBhara, SIKAMBARA Lampung juga getol eksekusi program kerja KTA-nisasi lewat Google Form, podcast preview review tanding BPL FC ditayangkan kanal YouTube Monologis TV, Fun Mini Soccer rutin antara lain di Lapangan Presisi Mapolda Lampung, bakti sosial, kartu diskon merchant mitra, akses tribun dan ticketing khusus, lain-lain.
Secara berseloroh, belum lagi skuad klub berlaga, tetapi anggota SIKAMBARA Lampung telah bisa berdendang "gendang gendut tali kecapi, kenyang perut senang di hati" usai nikmati diskon 10 persen belanja di jejaring 23 gerai rumah makan Minang milik Junaedi.
Terpantau terus sporadis berstruktur hingga kecamatan, membuka diri bagi sesiapapun warga Tanah Air peminat gabung anggota, ElBhara siaga hotline 081632383822, SIKAMBARA di 089654384469.
Kehadiran Bhayangkara Presisi Lampung FC bakal genapi sejarah klub 'Lampung punya'.
Setelah Jaka Utama —pernah berlaga Liga Sepak Bola Utama (Galatama) era 1979–1982 meski tak pernah juara, wakili Lampung PON 1981; klub Lampung Putera era 1988–1990 jua pernah di Galatama, keok 2-0 dari Bandung Raya tak lama bubar.
Lalu, Persatuan Sepakbola Bandar Lampung (PSBL) 1996–2002, pernah urutan ke-6 Divisi Utama 1996–1997; klub akuisisi Persires Rengat Riau yaitu Lampung Sakti FC yang pernah masuk Liga 2 2017 dan Liga 3 2018; SS Lampung FC juga di Liga 3 2018; klub akuisisi Perserui Serui (Yapen Selatan, Kepulauan Yapen Provinsi Papua) oleh pengusaha Marco Gracia Paulo: Badak Lampung FC 2018, posisi ke-16 dari 18 klub Shopee Liga 1 2018–2019.
Omong-omong, bunyi kompak yel khas buat Bhayangkara Presisi Lampung FC nanti apa? Kita tunggu saja bola mania. Lampu stadion sudah menyala, warta Gubernur Mirza. (Muzzamil)