Oleh Hendrik Ibrahim*
TIMNAS Garuda Muda kembali menjalani rangkaian pemusatan latihan (TC) pertama sebagai persiapan menyambut SEA Games 2025. Dalam TC pertama ini, coach Indra Syafri memanggil 32 pemain U-23 yang sebagian besar bermain di Liga Kompetisi domestik maupun pemain diaspora di klub luar negeri.
Sangat disayangkan, beberapa pemain diaspora belum bisa hadir memenuhi panggilan. Karena, Garuda Muda perlu darah segar. Di bawah arahan pelatih berpengalaman Indra Sjafri, skuad ini menghadapi dua laga uji coba berat melawan Timnas U23 India.
Dua pertandingan ini bukan sekadar ajang adu kekuatan, melainkan momen penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menyeleksi pemain dari 32 nama menjadi 25 untuk melanjutkan ke tahap persispan berikutnya.
Dari dua pertandingan uji coba yang berlangsung di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta tersebut, Garuda Muda belum berhasil meraih kemenangan.
Pada laga pertama, tim asuhan Indra Sjafri harus menerima kekalahan dengan skor 1-2. Namun, di laga kedua, mereka mampu bangkit dan bermain imbang 1-1.
Meski belum memuaskan dari segi hasil, setidaknya menegaskan bahwa hasil ini memberikan gambaran realistis mengenai kondisi dan kesiapan tim saat ini.
Kesalahan- kesalahan passing yang terlihat dalam uji coba ini tidak boleh terjadi lagi nantinya di pertandingan resmi. Kita harus berterima kasih kepada Timnas U-23 India yang menjadi lawan sepadan dan memainkan tempo permainan dengan pressing tinggi dan bagaimana mereka memperagakan serangan balik ( counter attack ) yang cepat.
Masih Banyak PR
Berkaca dari hasil uji coba tersebut hendaknya pelatih utama dan jajaran kepelatihan harus menyadari bahwa masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menyempurnakan permainan Timnas U-23 Garuda Muda.
Salah satu fokus utama adalah bagaimana membangun serangan dari bawah dengan efektif dan menerapkan gaya permainan open play yang lebih dinamis dan atraktif.
“Membangun serangan dari bawah itu bukan hal mudah, apalagi menghadapi lawan yang punya pressing ketat, seperti lawan-lawan berat kita nanti di Sea Games : Vietnam, Thailand.
“Kita harus memastikan transisi dari bertahan ke menyerang berjalan mulus dengan kontrol bola yang baik, passing yang akurat dan keputusan cepat. Ini yang seharusnya menjadi salah satu fokus utama ditekankan dalam sesi latihan.
Open play, yang menekankan penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, dan kreativitas dalam membongkar pertahanan lawan, menjadi filosofi permainan yang harusnya juga diterapkan oleh pelatih dan staf.
Namun, implementasinya membutuhkan koordinasi tinggi antar pemain, serta kesiapan fisik dan mental yang prima.
Seleksi Ketat Menuju Skuad Final
Selain memperbaiki teknik dan strategi permainan, pelatih juga harus membuat keputusan yang tepat dalam proses seleksi dan penetuan pemain yang diinginkan sesuai pola dan strategi permainan yang akan diterapkan.
Dari 32 nama yang mengikuti TC pertama, hanya 25 yang akan dipertahankan untuk melanjutkan persiapan menuju SEA Games. Evaluasi intensif tidak hanya berdasarkan performa di lapangan, tetapi juga sikap, kemampuan beradaptasi, dan potensi perkembangan pemain.
“Seleksi ini juga diharapkan agar nanti ketika masuk ke fase persiapan berikutnya, sudah punya skuad yang solid dan kompak.
Optimisme untuk Masa Depan
Meski hasil uji coba belum memuaskan, semangat juang para pemain Timnas Garuda Muda tidak surut. Mereka terus bekerja keras di setiap sesi latihan, beradaptasi dengan instruksi pelatih, dan menunjukkan komitmen tinggi untuk membawa prestasi bagi Indonesia di SEA Games 2025 guna mempertahankan medali emas yang didapat pada event sebelumnya.
Kita harus optimis dengan perkembangan tim meski tantangan masih besar. “Perjalanan masih panjang dan kita percaya coach Indra Syafri akan terus evaluasi dan berbenah agar bisa tampil maksimal di SEA Games nanti.
Dengan disiplin latihan yang ketat dan fokus pada perbaikan strategi seperti membangun serangan dari bawah dan open play, Timnas Garuda Muda diharapkan mampu tampil impresif dan mengharumkan nama bangsa di pentas regional tersebut.
Semoga target untuk mempertahankan medali emas terwujud dan Garuda terbang tinggi mengibarkan Bendera Merah Putih di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok.
* Pengamat sepak bola nasional asal Lampung
-