BANYUMAS, HELOINDONESIA.COM -Memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada, Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas tampil sebagai juara kedua Gelar Desa Wisata 2024. Pada pengumuman pemenang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Jumat (13/9/2024) lalu, Desa Kemutug berada di bawah Desa Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara sebagai juara pertama.
Dewan juri terdiri dari Candra AN (wartawan), Dr Yoyok Bambang Priambodo (Sanggar Tari Greget), Nugroho DS (wartawan), Widiyartono R (wartawan), dan Eko Hari M (pegiat wisata), menilai desa yang berada di lereng Gunung Slamet, layak mengungguli para pesaingnya.

Desa yang memiliki 32 RT, 5 RW tersebut, memiliki beberapa SDA berupa jurug. Namun dari beberapa jurug yang ada, jurug Pinang berbeda dengan yang lain. Jika jurug yang lain harus ditempuh agak jauh, tidak demikian dengan jurug Pinang. Lokasi jurug Pinang, memiliki akses jalan yang baik dan sangat dekat, sehingga wisatawan bisa turun sampai sampai air terjun. Jalur untuk difabel juga tersedia di jurug Pinang.
Pemandangan air jernih akan memanjakan para wisatawan yang datang ke tempat tersebut, sehingga bisa menikmati destinasi wisata tersebut dengan riang gembira. Wisatawan juga bisa melakukan snorkeling sedalam lima meter di bawah jurug. Di sepanjang sungai yang mengalir di bawah jurug, air jernih sedalam 60 cm bisa untuk berenang dengan menggunakan ban.
Ikan Lunjar
Wisatawan juga bisa bermain dengan air di sungai bawah jurug yang jumlahnya cukup banyak ‘’Ikan-ikan yang ada tidak takut dengan manusia, mereka malah ikut bermain. Beberapa pengunjung juga sering memberi makan. Orang sini menyebutnya ikan lunjar, spesies ini memang asli dari sini,’’ ujar Sutriyani, Kabid Promosi , Pemasaran dan humas di unit usaha BUMDes Wana Tirta Mukti, Desa Kemutug Lor.

Bu Yani-panggilan akrab Sutriyani menambahkan, ikan lunjar memiliki sifat melawan arus. Ikan lunjar sejak zaman dahulu sudah berada di tempat tersebut. Beberapa kali sungai mengalami banjir, ikan lunjar tidak pernah hanyut. Justru semakin lama perkembangbiakannya banyak. ‘’Wisatawan berenang pun ikan lunjar tidak menjauh, justru berada didekatnya,’’ tambah Yani.
SDA yang lain, adalah beberapa petilasan juga ada di Desa Kemutug Lor. Namun dari sekian petilasan , ada dua yang sering dikunjungi wisatawan untuk kegiatan bersemedi. Petilasan Damar Payung dan Gedang Lirik sering digunakan bersemedi khusus berkaitan dengan kesenian kuda lumping. Pada malam-malam tertentu, dua petilasan tersebut cukup ramai.
Masih berkaitan dengan SDA, ada sumber daya air buatan. SDA buatan berupa embung, namanya embung Jelita. Embun di atas tanah sekitar 4 hektar dibangun oleh Kementeriaan PUPR. Embun tersebiut dihibahkan ke desa dengan nilai pembangunannya Rp 11,8 M. Embung tersebut menjadi salah satu destinasi wisata, dan layak masuk Visit Jateng.
Wisata Edukasi
Di Desa Kemutug Lor juga menawarkan paket wisata, di antaranya wisata edukasi, ada beberapa unggulan ekaraf berupa ecoprint dan ecoponding yakni seni mewarnai dan membuat pola pada kain menggunakan daun dan bunga kerajinan bambu. Selain itu juga merajut, backdrop kegiatan. Contoh kegiatan festival jazz gunung Indonesa menggunakan produk dari Desa Kemutug Lor.

Untuk ekraf berupa kerajinan bambu bernama AB Pro menghasilkan produk berupa calung, angklung, kentongan juga backdrop yang sudah beberapa kali dipesan event besar yakni jazz gunung Indonesia yangg juga digelar di desa wisata ini.
Ada juga aneka olahan susu sapi, peternakan sapi yang diolah oleh warga. Karena banyak peternak sapi perah di desa kami sehingga produksi susu melimpah. Dan kami berinovasi agar wisatawan bisa menikmati susu dalam bentuk yang lain, di antaranya caramel susu, stik susu, kerupuk susu, yougert, kefir.
Sejahtera
Nama BUMDes Wana Tirta Mukti juga memiliki filosofi, yakni air dari hutan dengan harapan membawa warganya menjadi sejahtera. ‘’Makna dari nama BUMDes sangat dalam bagi warga desa kami. Dengan nama tersebut harapannya masyarakat hidup sejahtera,’’ imbuh Bu Yani.
Seluruh karyawab BUMDes Wana Tirta Mukti juga sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan. ‘’Untuk menjamin rasa aman para karyawan, kami meng-cover semua karyawan dengan mengikutsertakan BPJS Ketenagakerjaa,” papar Bu Yani.
Pendapatan Asli BumDes sendiri paaa tahun PAD 2022 mencapai Rp 76 juta. Sedangkan tahun 2023 menurun menjadi Rp 40 juta. Namun demikian, di tahun 2023 asetnya naik dengan membeli mesin pengelolaan sampah senilai 160 juta. (ADE)
