Helo Indonesia

Yuk Belajar tentang Alam lewat Petualangan Ajaib di Desa Wisata Karangmangu

Sabtu, 26 Oktober 2024 22:30
    Bagikan  
Yuk Belajar tentang Alam lewat Petualangan Ajaib di Desa Wisata Karangmangu

Pintu gerbang Desa Wisata Karangmangu Cilacap yang menyajikan berbagai wisata edukasi, termasuk menanam padi. Foto: pokdarwis www

CILACAP, HELOINDONESIA.COM - Berwisata ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, rasanya tak lengkap tanpa mengunjungi Desa Wisata Karangamangu di Kecamatan Kroya.

Dijangkau kendaraan dalam tempo tujuh menit dari Stasiun Kroya, destinasi wisata ini menawarkan spot-spot edukasi dengan sentuhan teknologi digital. Maka tak heran, berada di area wisata ini, pengunjung akan serasa melakukan petualangan ajaib.

Baca juga: Karimunjawa, Intip Pesona Keindahan Bawah Laut dan Pendar Matahari Senja

Ohya, Karangmangu baru saja menerima penghargaan yaitu Juara Harapan III dalam Gelar Desa Wisata Jawa Tengah Tahun 2024 yang diselenggarakan Disporapar Jateng di Purworejo beberapa waktu lalu. Prestasi ini mengukuhkan Karangmangu sebagai salah satu desa wisata terbaik di provinsi ini.

padi

Karangmangu merupakan desa wisata berbasis alam, yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wahana Wisata Wanarata. Keberadaannya merupakan salah satu desa penyangga Kecamatan Kroya. Luas Desa Karangmangu sekitar 471 hektare dan berjarak ke pusat kecamatan sekitar 1,5 km dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani padi.

Tiba di destinasi ini, wisatawan akan langsung disambut dengan Wanarata Edupark & Culinary, Taman Terbuka Hijau yang mengusung konsep teknologi dan edukasi. Ini adalah gerbang utama Desa Wisata Karangmangu, tempat Anda bisa melihat semua fitur dan fasilitas yang ada. Anda bisa scan papan edukasinya yang tersedia.

''Ruang terbuka hijau adalah tempat yang sejuk dengan suasana alam hutan jati yang teduh dan rimbun. Di sini, kita belajar tentang alam melalui papan edukasi yang tersebar di setiap pohon,'' ujar Sekretaris Pokdarwis Wahana Wisata Wanarata Imam Arifin kepada Heloindonesia.com, Sabtu 26 Oktober 2024.

Baca juga: Operasi Zebra Candi di Kendal, Pengendara Tertib Lalu Lintas Dihadiahi Sayuran hingga Helm

Di wisata ini, papan edukasi sudah menggunakan teknologi Augmented Reality (AR). Dengan teknologi ini, gambar di papan bisa bergerak, menjadikan pengalaman belajar di alam lebih seru dan menarik. Pihak pengelola menyarankan agar ada pendampingan dari orang dewasa saat menggunakan teknologi ini.

Dijelaskan Imam, Wanarata Edupark ini, juga terdapat pusat kuliner yang menyediakan ragam makanan dan minuman. Sistem pemesanan makanan dan minuman di sini juga sangat praktis. Pengunjung hanya perlu duduk, scan menu, dan langsung memesan. Pesanan pun segera datang. Praktis, bukan?

Selain itu, dilengkapi wanamarket, taman bermain, wana adventure seperti fasilitas outbound, flying fox, serta petulangan anak.

Ada pun daya tarik wisata lainnya yang disediakan Karangamangu adalah menanam sayuran, menanam padi, seni karawitan Wahyu Laras, serta seni cowong dan kuda lumping Waris Budoyo.

''Di sini wisatawan tak hanya belajar tentang tumbuhan, namun bisa melihat rumah burung hantu di tengah sawah. Burung hantu ini membantu petani mengusir hama tikus. Meski burung hantu aktif pada malam hari, Anda tetap bisa melihatnya dengan men-scan papan edukasi di area tersebut,'' bebernya.

Pohon Emas

Salah satu daya tarik desa wisata ini yaitu keberadaan pohon Tamanu yang dijuluki sebagai "pohon emas hijau" karena manfaat minyaknya yang beragam. Minyak Tamanu digunakan untuk pembuatan biodiesel sebagai energi terbarukan dan juga untuk perawatan kulit.

desa

Wisatawan bisa mengunjungi pabrik Tamanu dam menjadi salah satu yang langka di Indonesia. Produk dari pabrik ini sudah diekspor ke berbagai negara seperti Amerika, Jepang, Korea, hingga Prancis.

''Desa ini juga memproduksi cocomesh, jaring sabut kelapa yang digunakan untuk mencegah erosi dan memperbaiki lahan bekas tambang. Cocomesh ini dibuat oleh ibu-ibu di Desa Karangmangu. Produk ini bahkan digunakan di Ibu Kota Nusantara,'' tambahnya.

Sedangkan untuk wisata kuliner, pengunjung bisa datang ke sentra pembuatan pilus legendaris asli Karangmangu serta kebun alpukat "The Land of Grumung."

Karangmangu terus berinovasi untuk bisa eksis dan berkelanjutan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat bulan Muharram, ketika diadakan tradisi Suran yang meriah dengan kenduri dan gelaran kesenian besar-besaran seperti Cowong, Kuda Lumping atau Ebeg, dan Wayang Kulit semalam suntuk sebagai penutup hari. (Aji)