Helo Indonesia

8 Wisata Kuliner Legendaris di Semarang, Ada yang Pernah Disinggahi Pejabat dan Artis

Sabtu, 23 November 2024 19:38
    Bagikan  
8  Wisata Kuliner Legendaris di Semarang, Ada yang Pernah Disinggahi Pejabat dan Artis

Lumpia Gang Lombok, Bakmie Jowo Pak Gareng, dan Wingko Babad Cap Kereta Api menjadi kuliner legendaris di Semarang. Foto: tripavs/tkpedia

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -  Rasanya ada yang kurang, andai menginjakkan kaki di Kota Semarang melakukan wisata kuliner legendaris yang memiliki cita rasa tinggi. Yups, ibukota provinsi ini tak hanya menyimpan bangunan-banguna tua yang terkumpul di Kota Lama, namun juga mempunyai segudang tempat makan dan nongki yang legendaris.

Tak hanya wisatawan biasa, sejumlah menteri dan artis juga menyempatkan singgah dan menjadi pelanggang andai berkunjung ke Semarang. Apa saja, wisata kuliner tersebut? Yuk kita kenali kedelapan  wisata kuliner yang disarikan dari berbagai sumber:

1. Lumpia Gang Lombok
Apa yang terlintas bagi pendatang ke Kota Semarang. Tentu saja lumpia, sesuai julukan kota ini. Jika menyebut lumpia, memang Semarang gudangnya. Tapi Lumpia Gang Lombok menjadi satu diantara berbagai pusat lumpia yang legendaris.

Tak hanya lezat, ciri khas lumpia Gang Lombok adalah aroma rebungnya yang tidak pesing dan langu. Itu karena proses pencucian rebung yang berulang. Di toko ini terdapat banyak varian lumpia yang tersedia. Seperti varian isi udang dan isi ayam. Lumpia Gang Lombok bisa bertahan hingga 3 hari untuk versi gorengnya, sedangkan untuk lumpia basah hanya bisa bertahan 1 hari. Lokasi Lumpia Gang Lombok berada di Jalan Gang Lombok No. 11, Purwodinatan, Semarang Tengah.


2. Toko Oen
Toko Oen adalah satu restoran legendaris di Semarang direkomendasi untuk didatangai. Sebab, tempat ini tidak hanya menawarkan kuliner khas tetapi juga suasana tempo dulu yang menarik.
Ciri dari toko ini adalah keberadaan berbagai toples cookies yang berada bagian depan resto kuno di kawasan Kota Lama ini. Toko Oen dikenal lantaran mempertahankan nuansa jadul dengan meja dan kursi kayu klasik serta foto-foto hitam putih di dinding.

Restoran yang berada di Jalan Pemuda 52 Semarang ini juga memberikan pengalaman unik bagi pengunjung. Konon sajian kulinernya masih mengikuti resep tradisional yang tidak banyak berubah sejak tempat makan ini berdiri. Menu terkenal adalah hidangan ala Eropa seperti bistik dan kue-kue khas Belanda. Toko Oen menjadi tempat yang asyik untuk berkumpul bersama keluarga tercinta.

3. Bakmie Jowo Pak Gareng
Bagi pecinta bakmi, bakmie Jowo Pak Gareng tak boleh dilewatkan. Warung bakmi di Jalan Wotgandung Dalam 171 Semarang ini menyajikan dua menu pilihan, yaitu bakmi goreng dan kuah. Selain bakmi, ada juga bihun, capcay, nasi ruwet dan nasi goreng.

bakmie
Sejumlah artis dan pejabat pernah singgah di sini. Saat masuk ke dalam kedai ini, Anda akan meilhat puluhan nama-nama terkenal dengan tulisan kesannya setelah makan bakmi tersebut. Diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, artis Mira Lesmana dan Judika.

4. Es Puter Cong Lik

Nama es puter Cong Lik sangat melegenda di Kota Semarang. Meskipun pembuatan kuliner ini masih dilakukan secara tradisional, namun cita rasanya tak kalah dengan es krim modern yang dijajakan di supermarket.
Konon nama es puter Cong Lik adalah singkatan dari Kacung Cilik atau pembantu kecil. Es puter ini juga disebut dengan es dung dung, sebab bahan yang digunakan juga sama yaitu dengan santan sebagai pengganti susu.
Dengan pembuatannya yang tradisional, es puter tersebut memberikan tekstur yang agak kasar ketika dikunyah dan memberikan sensasi tersendiri ketika menikmatinya. Es ini menyajikan aneka varian rasa seperti durian, alpukat, kelapa dan coklat.
Warung es puter yang sudah berdiri sejak 1970 ini bisa dijumpai Jalan Ahmad Dahlan No 11, dekat Simpang Lima Semarang.

5. Soto Bangkong
Nama Bangkong diambilkan dar asal lokasi soto tersebut, yaitu di Jalan Bangkong yang kini berubah nama menjadi Jalan Brigjen Katamso. Pengunjung bisa mendapatkan menu tambahan di warung ini seperti ayam goreng, berbagai jenis sate, kerupuk, dan lain sebagainya.

Ciri khas Soto Bangkong yaitu disajikan dalam mangkuk kecil. Isiannya meliputi nasi, mi soun, irisan tomat, suwiran daging ayam serta taburan seledri dan bawang goreng. Campuran bahan-bahan tersebut disiram dengan kuah kaldu ayam yang enak di lidah. Usaha soto dimulai sejak 1950-an.

6. Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar

Penyuka masakan kambing, warung gulai gulai Kambing Bustaman Pak Sabar layak dicoba. Lokasinya di belakang Gereja Blenduk Kota Lama. Sekilas Gulai Bustaman cenderung sama dengan masakan gulai kambing pada umumnya. Namun yang unik Gulai Bustaman terdapat kuah yang kaya rempah dan berwarna kuning yang merupakan sari dari kunyit.

Daging kambing yang diracik di Gulai Bustaman memiliki tekstur empuk dan tidak amis.Kuah gulai ini tidak menggunakan santan, namun masih menggunakan kelapa, di mana kelapa tersebut diparut lalu digoreng, kemudian ditumbuk halus serta dicampur rempah-rempah seperti cengkeh dan kayu manis.

7. Tahu Gimbal Pak Edy
Tahu gimbal Kota Semarang menjadi makanan primadona di Kota Semarang. Menu ini terdiri atas lontong, tahu goreng, rajangan kol, gimbal (bakwan udang), taoge, telur dan bumbu kacang yang disiramkan.

Lokasi berada di Jalan Menteri Supeno, Mugassari, Kota Semarang. Belakangan bermunculan nama ''Edy'' sebagai penglaris. Namun diantara nama warung Edy, ada nama Haji Edy dengan foto orangnya. Warung inilah yang diyakini menjadi pelopor tahu gimbal Edy karena sudah berjualan sejak 1972. Wisata kuliner ini juga pernah diliput oleh mendiang Bondan Winarno.

8. Wingko Babad Cap Kereta Api

Salah satu oleh-oleh ''wajib'' yang diincar wisatawan saat berkunjung ke Kota Semarang adalah wingko. Di kota ini banyak aneka produk wingko dengan bahan dan racikan masing-masing.

Namun ada satu nama legendaris yang masih bertahan, yaitu Wingko Babad Cap Kereta Api. Toko wingko ini ada di bangunan tua nan megah dengan arsitektur klasik Belanda di Jalan Cendrawasih No 14.

wingko

Seperti dikutip dari banggasemarang, wingko sudah dijual tahun 1946 di dekat Stasiun Tawang, dan hingga kini pengelolanya sudah memasuki generasi keempat. Dengan lima varian rasa seperti coklat, pisang, nangka, durian, dan original, wingko sangat enak dikunyah dari gigitan pertama hingga terakhir. (Aji)



]