Helo Indonesia

Goa Pancur yang Sangat Eksotik, Pengunjung Bisa Menikmati Stalaktit dan Stalagmit

Minggu, 24 November 2024 14:25
    Bagikan  
Goa Pancur yang Sangat Eksotik, Pengunjung Bisa Menikmati Stalaktit dan Stalagmit

GOA PANCUR: Pengunjung Goa Pancur di Kabupaten Pati dapat kenikmati keindahan alam di dalam goa dengan menyusuri menggunakan ban. Foto: Dok Pokdarwis Goa Pancur

PATI, HELOINDONESIA.COM -Goa Pancur, sebuah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memang belum dikenal luas oleh traveler. Namun, jika sudah melihat dari dekat dan menikmati destinasi yang terletak di Dukuh Gasong, Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen tersebut, traveler akan melihat ketakjuban goa basah dengan panjang rentang kurang lebih 830 m.

Bisa ditempuh kurang lebih setengah jam dari pusat Kota Pati, Gua Pancur bisa menjadi alternatif kunjungan wisata keluarga atau kelompok di akhir pekan. Sangat eksotik, di dalam gua  bisa dinikmati stalaktik dan stalagmit yang sangat indah. Debut air di dalam gua kurang lebih 40 liter/detik.

Pengunjung bisa jelajahi gua dengan air yang ada di dalam goa tersebut. Tempat ini memiliki batuan kapur yang membentuk stalaktit dan stalagmit yang sangat indah. ‘’ Dalam goa, ada stalakmit yang berbentuk petak sawah yang sangat unik dan juga stalaktit batu tirai dan batu sayap, ujar Ahmad Najib, ketua Pokdarwis Gua Pancur, pengelola tempat wisata tersebut.

pancur2

Goa pancur tergolong sebagai goa horizontal, dimana pengunjung dapat menikmati keindahan alami yang jarang ditemukan di tempat yang lain. ‘’Pengunjung sangat menikmati keindahan alam yang ada di dalam goa. Sebelum musim Corona, goa tersebut ramai dikunjungi  wisatawan tidak saja dari wilayah Pati dan sekitarnya tetapi juga kabupaten/kota lain,’’ ujar Najib.

Mbah Sarto

Goa ini ditemukan sekitar tahun 1935 oleh pemiliki lahan (saat itu) yaitu Mbah Sarto. Saat itu, Mbah Sarto menemukan goa ketika sedang membersihkan lahannya. Tiba-tiba Mbah Sarto melihat ada air keluar dari diretakan bebatuan.  Setelah beberapa saat, ternyata air keluar dari retakan bebatuan yang menutupi mulut goa.

Singkat cerita goa tersebut dari mulut kemulut mulai mendapat perhatian dari warga. Para pemuda yang ada di desa tersebut pun dengan sukarela menjadi relawan untuk tempat wisata tersebut pada awal-awal penemuan.

pancur2

Pada sekitar tahun 1995, Pemerintah Daerah melakukan tukar guling tempat tersebut. Maka kepemilikan tempat wisata tersebut beralih ke Pemerintah Kabupaten Pati, dan Disporapar sebagai leading sectornya. Anak-anak muda yang memiliki kepedulian terharap tempat tersebut ikut menjadi sukarelawan sampai tahun 1998.

Goa tersebut sempat terbengkalai ketika pemerintahan Order Baru runtuh, sehingga tempat tersebut sempat dicap sebagai tempat negatif. Banyak anak-anam muda yang putus sekolah menjadikan tempat tersebut untuk mabuk-mabukan. Bahkan tidak sedikit anak-anak sekolah yang membolos berada di tempat tersebut. ‘’Tidak jarang juga untuk tempat tawuran, sehingga kami sangat prihatin,’’ tambah Najib.

Sukarelawan

Pada akhir Tahun 2014, beberapa sukarelawan mulai aktivitas lagi dengan membersihkan lokasi dan menanam pohon akan suasan lebih rindang. ‘’Sebagai komunitas anak-anak muda di desa mencoba untuk mengelola. Mereka juga meminta izin kepada Pemkab Pati untuk mengelola tempat tersebut.

Tahun 2017 Pokdarwis Goa Pancur pun mendapat SK dari Pemkab Pati untuk mengelola temoat wisata tersebut. ‘’Saat itu pengunjung sangat rawai khususnya diakhir pekan, apalagi tempat-tempat wisata bari di Pati mulai bermunculan,’’ imbuh Najib.

pancurneh

Para pengunjung sebenarnya sangat menikmati dalamnya goa. Itulah sebabnya, pengelola menyediakan jasa susur goa. Di mana, bagi para wisatawan yang memiliki keberanian sekaligus menguji adrenalin bisa masuk ke dalam goa dengan dibantu oleh jasa susur. Mereka tidak sekadar menikmati pemandangan di dalam, tetapi juga bisa belajar tentang stalaktik dan staglamit.

Namun peralatan yang ada sekarang perlu mendapat perhatian dari Pemkab. Lampu senter juga sangat dibutuhkan oleh pengelola agar para peminat susur goa semakin banyak dan mendapat kenyamanan. Dengan HTM Rp 5.000 pengunjung dapat menikmati Goa Pancur sepuasnya. (ADE)